4 Ayat Al-Quran tentang Keutamaan Bulan Haram: QS. At-Taubah Ayat 36-37, QS. Al-Baqarah Ayat 194 dan 217
- Pexels/Murad Khan
tvOnenews.com - Dalam Islam, ada waktu-waktu yang Allah SWT muliakan, salah satunya adalah bulan-bulan haram, yakni waktu yang dijaga kehormatannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.
Bulan haram terdiri dari empat bulan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, menahan diri dari perbuatan maksiat, serta menjauhi segala bentuk kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Saat ini, umat Islam telah memasuki bulan Rajab 1147 H, salah satu bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa.
Rajab kerap dimaknai sebagai momentum persiapan spiritual, memperbanyak amal kebaikan, dan meningkatkan ketakwaan menjelang bulan-bulan besar berikutnya.
Keutamaan bulan-bulan haram tidak hanya disampaikan melalui hadis Nabi Muhammad SAW, tetapi juga ditegaskan secara jelas dalam Al-Quran.
Terdapat empat ayat yang secara khusus menjelaskan tentang kedudukan bulan haram, larangan yang berlaku di dalamnya, serta tuntunan etika bagi umat Islam dalam memuliakan waktu yang telah Allah tetapkan tersebut.
- Unsplash/Lexi T
Berikut empat ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang bulan haram:
1. QS. At-Taubah Ayat 36: Penetapan dan Keutamaan Bulan Haram
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah [9]:36)
Ayat ini menjadi dasar utama tentang keberadaan bulan haram.
Allah menegaskan bahwa sejak awal penciptaan, jumlah bulan telah ditetapkan sebanyak dua belas, dan empat di antaranya memiliki kehormatan khusus.
Larangan untuk menzalimi diri sendiri dalam ayat ini menunjukkan bahwa dosa dan pelanggaran di bulan haram memiliki dampak yang lebih besar dibanding waktu lainnya.
2. QS. At-Taubah Ayat 37: Larangan Mengutak-atik Bulan Haram
اِنَّمَا النَّسِيْۤءُ زِيَادَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗزُيِّنَ لَهُمْ سُوْۤءُ اَعْمَالِهِمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ
Artinya: “Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekufuran. Orang-orang yang kufur disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) telah dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS. At-Taubah [9]:37)
Ayat ini turun sebagai kecaman terhadap tradisi jahiliah yang dikenal dengan nasi’, yaitu praktik mengubah atau menggeser bulan haram demi kepentingan peperangan.
Melalui ayat ini, Allah menegaskan bahwa kehormatan bulan haram tidak boleh dimanipulasi dan harus dijaga sebagaimana ketetapan-Nya.
3. QS. Al-Baqarah Ayat 217: Dosa Besar Melanggar Bulan Haram
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah [2]:217)
Ayat ini menegaskan bahwa melakukan pelanggaran besar, seperti peperangan, pada bulan haram merupakan dosa yang berat.
Hal ini menunjukkan betapa tingginya kemuliaan bulan haram, sehingga tindakan yang merusak keamanan dan ketenteraman sangat dilarang.
4. QS. Al-Baqarah Ayat 194: Kehormatan dan Etika dalam Konflik
اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Bulan haram dengan bulan haram dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:194)
Ayat ini menjelaskan prinsip keadilan dan kehormatan dalam bulan haram.
Sekalipun terjadi konflik, Islam tetap menekankan etika, batasan, dan keadilan.
Bulan haram tetap harus dihormati, dan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi hukum yang seimbang.
Empat ayat Al-Qur’an ini menjadi landasan kuat tentang keutamaan dan kehormatan bulan haram, yaitu:
QS. At-Taubah: 36 → Penetapan dan keutamaan bulan haram
QS. At-Taubah: 37 → Larangan mengubah atau memanipulasi bulan haram
QS. Al-Baqarah: 217 → Larangan berperang dan melakukan pelanggaran besar
QS. Al-Baqarah: 194 → Kehormatan serta etika hukum di bulan haram
Melalui ayat-ayat tersebut, umat Islam diingatkan untuk menjadikan bulan haram sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi dosa dan kezaliman dalam bentuk apa pun. (gwn)
Load more