Cilegon, tvOnenews.com - Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan terhadap MAHM (9), anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang ditemukan tewas di kamar rumahnya di Perumahan BBS 3, Kota Cilegon, Banten, pada 16 Desember 2025.
Pelaku berinisial HA (31) diketahui nekat melakukan pembunuhan setelah terdesak kebutuhan ekonomi dan mengalami depresi.
Korban yang masih duduk di kelas 4 sekolah dasar ditemukan meninggal dunia dengan 19 luka tusuk akibat senjata tajam serta tiga luka akibat benda tumpul. Peristiwa tersebut terjadi di dalam kamar korban saat situasi rumah dalam kondisi sepi.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten menyebutkan bahwa pelaku awalnya berniat melakukan pencurian. Namun, aksinya berubah menjadi pembunuhan ketika pelaku bertemu dengan korban di dalam rumah.
Kepala Ditreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, menjelaskan bahwa pelaku berada dalam kondisi tertekan akibat masalah ekonomi.
HA diketahui mengalami kebangkrutan setelah mengalami kerugian besar dari aktivitas investasi saham dan mata uang kripto.
Tekanan finansial tersebut diperparah dengan kondisi psikologis pelaku yang dilaporkan mengalami depresi. Dalam keadaan terdesak, pelaku kemudian nekat melakukan pencurian yang berujung pada tindakan kekerasan fatal terhadap korban.
Usai kejadian, pelaku berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih terus mendalami kondisi kejiwaan pelaku serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan mendapat perhatian luas dari masyarakat, mengingat korban merupakan anak di bawah umur dan peristiwa terjadi di lingkungan permukiman yang dikenal relatif aman.