Tafsir Juz Amma Surat Al-Qadar dan Al-Bayyinah, Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja
- Unsplash/Lexi T
Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya satu malam tertentu, agar tidak kehilangan keutamaan Lailatul Qadar.
Tafsir Surat Al-Bayyinah: Bukti Nyata Telah Datang
Surat Al-Bayyinah diturunkan di Madinah dan berbicara tentang Ahlul Kitab dan kaum musyrikin. Allah berfirman bahwa mereka tidak akan meninggalkan kekafiran hingga datang kepada mereka al-bayyinah (bukti yang nyata), yaitu Rasulullah Muhammad SAW dengan Al-Qur’an yang suci dan terjaga.
Ustadz Firanda menjelaskan bahwa Ahlul Kitab dibedakan dari musyrikin karena mereka pernah menerima kitab suci sebelumnya, meskipun kemudian terjadi penyimpangan.
Namun, baik Ahlul Kitab maupun musyrikin sama-sama disebut kafir jika menolak kebenaran Islam.
Inti Ajaran Semua Nabi: Tauhid, Salat, dan Zakat
Allah menegaskan bahwa inti ajaran seluruh rasul adalah:
Beribadah hanya kepada Allah dengan ikhlas, menjauhi syirik, mendirikan salat, dan menunaikan zakat.
Inilah agama yang lurus, yang telah diajarkan sejak para nabi terdahulu hingga Nabi Muhammad SAW.
Balasan bagi Orang Kafir dan Orang Beriman
Dalam penutup surat, Allah membedakan dengan tegas antara dua golongan:
Orang kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin mendapat ancaman neraka Jahanam dan disebut sebagai seburuk-buruk makhluk.
Orang-orang beriman dan beramal saleh disebut sebagai sebaik-baik makhluk, dengan balasan surga ‘Adn yang kekal, ridha Allah, dan kebahagiaan abadi.
Ustadz Firanda menegaskan bahwa akhlak mulia tanpa tauhid tidak cukup untuk keselamatan akhirat. Ibadah kepada Allah adalah tujuan utama penciptaan manusia, sementara akhlak adalah buah dari iman yang benar.
Load more