Naskah Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Masjid Al-Aqsa, Saksi Sejarah Isra Miraj dan Simbol Iman Umat Islam
- Ammar Ramzi
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra, 17:1).
Dalam tafsir ayat ini, peristiwa Isra Miraj tidak sekadar memperlihatkan betapa besarnya kekuasaan dari Allah SWT. Namun melalui peristiwa tersebut, memberikan ketegasan terkait kedudukan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat suci memiliki kedudukan historis dan spiritual paling dahsyat dalam agama Islam.
Melalui penjelasan tafsir Surat Al-Isra Ayat 1, peristiwa ini memiliki banyak keberkahan di sekelilingnya. Hal ini mengingat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra dari Masjidil Haram menuju Masjidil Al-Aqsa.
Dalam peristiwa inilah, Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan besar sekaligus menjadi masjid paling suci ketiga dalam agama Islam.
Kita telah mengetahui sejarah panjang Masjid Al-Aqsa. Menurut mayoritas ulama, tempat suci ketiga dalam agama Islam ini telah berdiri kokoh sejak zaman Nabi Adam AS.
Setelah itu, banyak Nabi seperti Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Sulaiman AS merenovasi Masjid Al-Aqsa. Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA, tempat suci ini kembali dibangun secara permanen pada abad ke-7 Masehi.
Masjid Al-Aqsa tidak sekadar bangunan saja, tetapi juga menjadi saksi sejarah para Nabi. Bahkan Al-Aqsa juga menjadi saksi ketaatan Rasulullah SAW mengimani shalat para Nabi dan Rasul.
Load more