GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Boleh Shalat Subuh jika Bangun Kesiangan? Ini Penjelasan Buya Yahya

Apakah boleh shalat subuh jika bangun kesiangan? Simak penjelasan Buya Yahya tentang hukum shalat subuh kesiangan.
Senin, 19 Januari 2026 - 07:18 WIB
Ilustrasi shalat
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

tvOnenews.com - Banyak umat Islam pernah mengalami kondisi terbangun setelah matahari terbit, padahal waktu shalat Subuh telah berlalu. 

Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan, apakah shalat Subuh masih boleh dikerjakan, dan apakah ada dosa karena tertinggal? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan semacam ini juga pernah disampaikan langsung kepada Buya Yahya dalam salah satu majelis ilmunya.

Dalam ceramah tersebut, seorang jamaah menceritakan pengalamannya tidur larut malam karena suatu keperluan, lalu terbangun sekitar pukul setengah tujuh pagi sehingga tidak sempat menunaikan shalat Subuh tepat waktu. 

Jamaah itu pun meminta penjelasan mengenai hukum dan langkah yang seharusnya dilakukan.

Ilustrasi shalat Subuh
Ilustrasi shalat Subuh
Sumber :
  • Freepik

Menanggapi hal itu, Buya Yahya memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa kondisi tertidur hingga melewati waktu Subuh tidak serta-merta membuat seseorang berdosa, selama hal tersebut terjadi di luar kesengajaan.

"Jika ada orang pulang bepergian jam satu malam, kemudian ia ketiduran sampai jam 7 pagi, maka ia tidak dosa," ucap Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, seseorang tidak dibebani dosa apabila ia tertidur sebelum masuk waktu Subuh dan benar-benar tidak sadar hingga waktu shalat berlalu. 

Namun, ada syarat penting yang harus diperhatikan, yakni keadaan tersebut bukanlah sesuatu yang direncanakan atau disengaja.

Ia menambahkan bahwa kelalaian ini tidak boleh dijadikan kebiasaan, seperti sengaja begadang tanpa alasan yang jelas lalu hampir setiap hari bangun kesiangan. 

Ilustrasi shalat Subuh setelah bangun tidur kesiangan
Ilustrasi shalat Subuh setelah bangun tidur kesiangan
Sumber :
  • Istimewa

Selama tidur dilakukan sebelum masuk waktu shalat dan keterlambatan bangun murni karena ketiduran, maka hal itu masih ditoleransi dalam syariat.

"Asalkan tidur beneran, tidurnya sebelum masuk waktu shalat, dan tidak menjadi kebiasaan,"** ujar Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya juga mengingatkan adanya kondisi yang justru dilarang. 

Jika seseorang sudah mendengar adzan Subuh, lalu dengan sengaja kembali tidur hingga waktu shalat habis, maka perbuatan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam.

"Jika ia mendengar adzan subuh lalu tidur, maka itu tidak boleh, haram hukumnya," kata Buya Yahya.

Ilustrasi shalat Subuh berjamaah
Ilustrasi shalat Subuh berjamaah
Sumber :
  • iStockPhoto

Lalu bagaimana cara mengganti shalat Subuh yang terlewat karena bangun kesiangan? 

Buya Yahya menegaskan bahwa shalat Subuh tetap wajib dikerjakan begitu seseorang terbangun, kapan pun itu waktunya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak perlu menunggu keesokan hari atau waktu tertentu, begitu sadar dan bangun, shalat Subuh segera dilaksanakan.

Dengan penjelasan ini, umat Islam diharapkan tidak lagi ragu saat menghadapi kondisi bangun kesiangan. Yang terpenting adalah menjaga niat, berusaha tidur lebih awal, serta tetap berkomitmen menunaikan shalat tepat waktu agar kejadian serupa tidak berulang. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Nasarudin selaku Ketua Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran menilai kritik Sudirman Said perlu dipahami secara objektif dengan mempertimbangkan situasi gejolak geopolitik saat ini.
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Banyak bisnis masih memisahkan fungsi advertising dengan sistem operasional yang menangani pelanggan setelah iklan berjalan. Akibatnya, banyak potensi transaksi hilang
Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Secara garis besar, Children of Heaven versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita dari film aslinya. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam
Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT