Bekal Sambut Ramadan, Ini Amalan Rasulullah di Bulan Syaban agar Ibadah Lebih Berkah!
- Freepik
tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan mental.
Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan amalan di bulan Syaban, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Bulan Syaban menjadi momentum penting untuk memperkuat ruhani dan menata niat agar ibadah di Ramadan nanti dapat dilakukan dengan penuh semangat dan keberkahan.
Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat melalui kanal YouTube pribadinya, beliau menjelaskan makna mendalam dari amalan Rasulullah di bulan Syaban.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW memberikan isyarat kepada umatnya agar menjadikan bulan Syaban sebagai masa persiapan ruhani menjelang Ramadan.
“Nabi memberikan satu isyarat kepada kita semua bahwa sebelum sampai ke Ramadan cepat cari bekal yang bisa menguatkan ruh kita, yang memberikan tenaga pada kita kekuatan spiritual sehingga ketika sampai kepada Ramadan kita semangat untuk beraktivitas,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Beliau menambahkan, orang-orang yang tidak mempersiapkan diri sejak bulan Syaban biasanya akan merasakan perbedaan saat memasuki Ramadan.
“Orang-orang yang tidak punya persiapan sejak bulan Syaban maka umumnya dia akan merasakan hal yang berbeda saat masuk Ramadan, seperti orang lemas tidak punya air maka lemas pula dia saat puasa karena tidak punya gairah untuk meningkatkan ibadah,” lanjutnya.
Salah satu amalan yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah SAW di bulan Syaban adalah puasa sunah.
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh sahabat Usamah bin Zaid, Rasulullah diketahui memperbanyak puasa di bulan Syaban bahkan lebih banyak dibandingkan dengan bulan Rajab.
“Yang diriwayatkan oleh sahabat Usama bin Zaid, Nabi SAW itu saat masuk bulan Syaban punya kebiasaan meningkatkan amalan beliau. Amalan yang spesifik yang banyak dikerjakan oleh Nabi SAW itu ternyata puasa,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Para sahabat sempat heran melihat kebiasaan Nabi yang lebih banyak berpuasa di bulan Syaban dibanding bulan-bulan lainnya.
Ketika hal ini ditanyakan langsung kepada Rasulullah, beliau memberikan penjelasan yang penuh makna.
“Bulan Syaban itu yang kalian banyak-banyak kenapa aku puasa, kenapa aku meningkatkan ibadah bulan itu. Syaban itu sebetulnya agung, tidak seperti yang kamu bayangkan,” sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.
Rasulullah menjelaskan bahwa salah satu keistimewaan bulan Syaban adalah diangkatnya seluruh amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.
“Aku sangat menginginkan saat amalku itu diangkat disampaikan kepada Allah, aku sedang dalam keadaan berpuasa,” lanjut sabda Rasulullah SAW.
Puasa yang dilakukan Rasulullah SAW di bulan Syaban memiliki dua hikmah penting.
Pertama, menjaga amal saleh agar terus meningkat, dan kedua, menjaga diri dari perbuatan maksiat.
“Dalam puasa kita akan terbiasa menjaga dua hal: satu, menjaga amal saleh kita supaya konsisten ditingkatkan, karena itu saat puasa kita senang baca Al-Qur’an, senang sedekah otomatis. Kedua, menjaga diri untuk tidak beramal salah,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Beliau juga menekankan bahwa orang beriman yang berpuasa akan otomatis menghindari perbuatan maksiat karena takut amalnya batal.
Hal inilah yang menjadikan bulan Syaban sangat berharga sebagai bulan latihan spiritual sebelum Ramadan.
Bulan Syaban bukan hanya masa transisi, melainkan waktu terbaik untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh, agar saat Ramadan tiba, umat Islam sudah siap secara ruhani untuk menjalani ibadah dengan penuh kekhusyukan. (adk)
Load more