Sekalipun Keutamaan Malam Nisfu Syaban Begitu Besar, Orang-orang ini Tidak Dapat Ampunan Kata Syekh Ali Jaber
- Kemenag
Jakarta, tvOnenews.com - Malam Nisfu Syaban dikenal malam pertengahan bulan Syaban. Mengacu dari kalender Hijriah Kemenag RI, tanggal 1 bulan Syaban 1447 H jatuh pada 20 Januari 2026 lalu.
Adapun malam Nisfu Syaban 2026 pada Senin, 2 Februari 2026 malam hari. Jika mengacu dari kalender Hijriah Islam, hitungan memasuki tanggal atau bulan baru setelah matahari terbenam.
Sementara, malam Nisfu Syaban memiliki keistimewaan besar. Dalam hadis riwayat, bagi yang menghidupkan malam ini dengan amalan dan ibadah, maka meraih keutamaan berupa ampunan dari Allah SWT.
Namun, sering muncul pertanyaan akibat banyak fenomena telah menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai amalan tetap tidak mendapat ampunan. Di semasa hidupnya, almarhum Syekh Ali Jaber mengatakan kasus ini dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat.
"Hadis yang dishahihkan Albani rahimahullah," ujar Syekh Ali Jaber dilansir dari kanal YouTube Jejak Wali, Senin (2/2/2026).
Syekh Ali Jaber menjelaskan, hadis tersebut telah shahih dari Syaikh Al-Albani. Tentu bunyi hadis riwayat menjelaskan golongan yang tidak diampuni maka tak diragukan lagi.
Syekh Ali Jaber menganggap Syaikh Al-Albani merupakan ulama besar. Ia pun mengakui keshahihan seluruh hadis riwayat yang diakui olehnya.
"Beliau yang terbaik sedunia. Pokoknya sudah diakui sebagai ulama ahli hadis," imbuhnya.
Apa Saja Golongan Tidak Diampuni di Malam Nisfu Syaban?

- Ilustrasi/Freepik
Syekh Ail Jaber menjelaskan golongan pertama yang segala dosa tidak diampuni oleh Allah SWT. Orang-orang yang dimaksud adalah musyrik kepada Allah SWT.
"Di malam Nisfu Sya'ban dan Allah mengampuni semua dosa-dosanya kecuali dua orang yang pertama yang berbuat syirik itu tidak diampuni Allah," terang dia.
Ia mengatakan, sekalipun berupaya menghidupkan malam Nisfu Syaban, segala dosa dapat kemungkinan tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.
"Kalau dia taubat yang jelas benar-benar taubat, Allah SWT pasti mengampuni," terangnya.
Lebih lanjut, mantan Imam Besar Masjidil Haram itu mengungkap golongan kedua. Mereka yang selalu bermusuhan tidak mendapat ampunan dari Allah SWT.
"Yang kedua, seseorang dengan dendamnya, atau termasuk juga orang-orang yang suka menyebar fitnah dan adu domba," terangnya.
Dilansir dari Rumaysho, dua golongan ini berangkat dari hadis riwayat Mu'adz bin Jabal RA yang dihasankan Syaikh Albani, Rasulullah SAW bersabda:
"Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
Kemudian, hadis riwayat lainnya dihasankan Syaikh Al-albani dari Abu Musa al-Asy'ari, begini bunyinya:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah Nomor 1390).
Namun demikian, beberapa kalangan ulama berpendapat, hadis Ibnu Majah dari Abu Musa Al Asy'ari dan hadis tentang keutamaan malam Nisfu Syaban lainnya dianggap lemah dan tanpa landasan. Artinya, hadis riwayat tersebut bersifat dho'if.
Akan tetapi, tujuan dari sejumlah hadis mengenai keutamaan malam Nisfu Syaban dan golongan tidak terampuni memiliki tujuan baik. Hal ini mengarahkan agar umat Muslim menghidupkan malam istimewa tersebut.
Beberapa keistimewaan malam Nisfu Syaban sebagai berikut:
- Malam penuh pengampunan dari Allah SWT.
- Takdir tahunan dicatat oleh Allah SWT.
- Malam yang penuh rahmat.
- Malam persiapan menyongsong bulan suci Ramadhan.
- Waktu terbaik mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sejumlah amalan yang dianjurkan di malam Nisfu Syaban, seperti membaca Surat Yasin 3 kali, shalat sunnah, menggetarkan dzikir dan istighfar, sholawat, tilawah Al-Quran, sedekah, serta berdoa secara tulus.
Sementara, anjuran menggetarkan Yasin 3 kali berangkat dari ijtihad ulama. Rasulullah SAW tidak pernah mencatatkan amalan ini dalam hadis riwayatnya.
(hap)
Load more