Shalat Isya Lewat dari Jam 00.00 Masih Boleh? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI
tvOnenews.com - Tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya tentang batas waktu pelaksanaan shalat Isya, terutama ketika aktivitas harian membuat seseorang baru sempat shalat setelah lewat pukul 00.00 atau tengah malam.
Apakah shalat Isya yang dikerjakan lewat tengah malam masih diperbolehkan, atau justru sudah terhitung terlambat?
Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa waktu shalat fardhu memiliki ketentuan yang jelas dan bersifat wajib untuk diperhatikan.
Penetapan waktu shalat bukan sekadar kebiasaan, melainkan aturan syariat yang bersumber langsung dari Al-Quran.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa ayat 103, yang menegaskan bahwa shalat memiliki waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan bagi orang-orang beriman.

- Pexels/Michael Burrows
QS. An-Nisa ayat 103:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)
Ustaz Adi Hidayat kemudian menerangkan bahwa masuknya waktu shalat Isya menjadi penanda dimulainya malam.
Oleh karena itu, batas akhir pelaksanaan shalat Isya berkaitan langsung dengan berakhirnya waktu malam, yakni saat terbit fajar.
“Jadi, kalau fajar muncul, lail (malam) habis,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

- Pexels/Thirdman
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa shalat Isya yang dikerjakan setelah pukul 00.00 masih dinilai sah, selama waktu fajar belum tiba.
Artinya, secara hukum, shalat Isya belum keluar dari waktunya meskipun sudah melewati tengah malam.
Namun demikian, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa kelonggaran ini bukan alasan untuk menunda-nunda shalat dengan sengaja.
Islam tetap menganjurkan umatnya untuk menunaikan shalat pada waktu yang paling utama.
Adapun waktu yang paling dianjurkan untuk shalat Isya adalah di awal waktu, yakni segera setelah masuknya waktu Isya atau ketika azan Isya telah dikumandangkan.
“Maka yang diutamakan yang pertama, tunaikan tepat pada waktunya. Ketika terdengar adzan, maka dimulai waktu shalat Isya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

- Pexels/Michael Burrows
Meski begitu, dalam kondisi tertentu, shalat Isya diperbolehkan dikerjakan di waktu akhir, bahkan setelah seseorang tidur terlebih dahulu.
Catatannya, shalat tersebut tidak boleh melewati batas waktu Isya atau masuk ke waktu Subuh.
Sebagai contoh, seseorang yang sengaja tidur lebih awal dengan niat bangun di tengah malam untuk menunaikan shalat Isya sekaligus shalat Tahajud, maka hal tersebut diperbolehkan.
Terlebih bagi orang yang memang terbiasa melaksanakan shalat Tahajud.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, orang yang sudah terbiasa menjalankan ibadah sunnah seperti Tahajud justru cenderung lebih disiplin dalam menjaga kewajiban.
“Kalau Anda biasa tahajud, takut ketinggalan tahajud, boleh shalat Isya-nya diakhirkan,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Jika Anda ingin menunaikan tahajud dan terbiasa tahajud, maka boleh mengakhirkan shalat Isya tapi dalam batas-batas yang ditoleransi. Tidak terlampaui ke subuh,” jelasnya.

- Pexels/Michael Burrows
Meski terdapat beberapa kondisi yang membolehkan pengakhiran waktu shalat Isya, Ustaz Adi Hidayat tetap menekankan bahwa pilihan terbaik adalah mengerjakannya di awal waktu.
Adapun menunda shalat Isya dengan sengaja hingga mendekati waktu sahar atau menjelang fajar tanpa alasan yang dibenarkan, hukumnya dinilai makruh atau tidak dianjurkan.
Dengan memahami batasan waktu ini, umat Islam diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur waktu shalat, tanpa meremehkan kewajiban yang telah ditetapkan secara syariat. (gwn)
Load more