Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI
tvOnenews.com - Jelang pertengahan bulan Sya'ban, pertanyaan seputar keutamaan dan amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya'ban kembali ramai dibahas di tengah masyarakat.
Tidak sedikit umat Islam yang ingin menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, namun di sisi lain juga muncul kebingungan terkait amalan apa saja yang benar-benar memiliki dasar hadis dan mana yang justru perlu dihindari karena tidak memiliki landasan yang kuat.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan rinci mengenai hadis-hadis yang berkaitan dengan pertengahan bulan Sya'ban, termasuk klasifikasi hadis shahih, dhaif, hingga palsu yang selama ini kerap beredar di masyarakat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa banyak pertanyaan tentang Nisfu Sya'ban terus ia terima. Ia menegaskan pentingnya memahami kualitas hadis agar umat Islam tidak salah dalam beribadah.
Ia menyampaikan bahwa jika ditelusuri secara ilmiah, hadis-hadis yang berbicara tentang keutamaan dan amalan di pertengahan Sya'ban memiliki kualitas yang berbeda-beda.

- dok.ilustrasi freepik
“Setidaknya hadis-hadis seputar pertengahan Sya'ban kita bisa dapati ada satu yang kualitasnya shahih, ada satu yang kualitasnya dhaif, dan selebihnya umumnya palsu,” jelasnya.
Hadis Palsu yang Perlu Diwaspadai
Ustaz Adi Hidayat kemudian mencontohkan salah satu hadis populer yang sering dijadikan dasar amalan di malam Nisfu Sya'ban, namun ternyata berstatus palsu.
Hadis tersebut menyebutkan anjuran untuk memperbanyak shalat di malam Nisfu Sya'ban dan berpuasa di siangnya.
“Pernah dengar hadis ini ‘Telah tiba malam pertengahan bulan Sya'ban, malamnya dengan banyak menunaikan shalat dan siangnya lakukan dengan puasa’ nah itu statusnya palsu ya, hadisnya palsu,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kepalsuan hadis tersebut disebabkan oleh perawi bernama Ibnu Abi Shorrah yang dinilai oleh para ulama sebagai orang yang sering memalsukan hadis.
“Cacat palsunya ada pada seorang bernama Ibnu Abi Shorrah, orang pertamanya ini dinilai oleh para ulama hadis sebagai orang yang sering memalsukan hadis,” lanjutnya.
Load more