Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim
- Kolase tvOnenews.com/Instagram Denada Indonesia/tangkapan layar youtube CURHAT BANG Denny Sumargo
Jakarta, tvOnenews.com- Media sosial (Medsos) tengah diramaikan dengan isu artis Indonesia, Denada yang berselisih dengan seorang pria bernama Ressa.
Namanya menjadi santer, karena Ressa sampai menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada November 2025 lalu atas dugaan penelantaran anak.

- Kolase tvOnenews.com / YouTube Cumicumi / Instagram @denadaindonesia
Seiring berjalannya waktu, Denada pun mengakui dalam video klarifikasinya yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya. Ia meminta maaf kepada sang anak, Ressa.
Ressa yang awalnya mengklaim sebagai anak kandung Denada. Kini sudah ditegaskan dan dijawab sang artis itu, benar anaknya hingga kasusnya menuai polemik.
"Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung saya,” kata Denada, dikutip Selasa (3/2/2026).
Secara tidak langsung, Denada mengakui sikap salahnya karena telah melepas tanggung jawabnya sebagai ibu dari Ressa Rizky alias RR.
"Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya sejak dia masih bayi,” sambung Ibu kandung Ressa itu.
Pandangan Islam

- Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV
Atas kasus Denada yang kini viral mengakui Ressa sebagai anak. Mengingatkan pada ceramah Buya Yahya soal peran orang tua dalam Islam.
Dijelaskan pula bagaimana, adanya orang tua yang zalim dalam Islam karena menelantarkan anaknya. Maknanya mungkin luas, tapi salah satunya, yaitu orang tua tidak merawat dan mendidik anak.
"Ada orang tua tidak mendidik anaknya, ada orang tua yang tidak peduli urusan anaknya. Bahkan ada orang tua yang zalim kepada anaknya. Dia telah menyiakan amanah, dia berlaku dosa besar,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah, Rabu (4/2)
Sehingga label atau istilah durhaka bukan hanya untuk anak, tapi juga bisa untuk orang tua. Namun bukan itu yang diajarkan dalam islam, lebih tepatnya lepas tanggungjawab.
Dengan begitu, bukan berarti orang tua terbebas dari dosa ketika bersikap zalim terhadap anaknya. Mulai dari tidak mendidik dan merawat anak sampai tidak menyekolahkan dengan baik atau tidak dapat bimbingan akhlaknya.
“Atau salah menyekolahkan termasuk bentuk durhaka. Hanya diberi uang saja untuk sekolah tapi tidak dikenalkan kepada Allah, sehingga pada akhirnya sang anak tidak kenal Allah,” jelas Buya.
"Juga orang tua yang masyaallah dengan kezalimannya menelantarkan tidak bernafkah dan sebagainya. Dosa di hadapan Allah dan dosa besar,” ungkapnya mengingatkan tanggungjawab orang tua.
Dalam kesempatan yang sama juga, Buya mengingatkan agar anak senantiasa berbakti pada orang tua sekalipun punya model yang kurang baik.
"Artinya jika anda menemukan bapak atau ibu tidak baik. Anda sebagai anak tidak boleh jahat," pesan Buya untuk semua anak. (klw)
Semoga dengan kasus di atas, segera berdamai dan hidup rukun bahagia. Berita ini dibuat melihat fenomena yang terjadi, bisa menjadi referensi bacaan menambah pengetahuan.
Wallahualam
Load more