Teks Khutbah Jumat 6 Januari 2026: Persiapan Ramadhan, Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
- Unsplash/David Rodrigo
tvOnenews.com - Tanpa terasa, waktu terus berjalan mendekatkan kita pada bulan yang paling dinanti oleh umat Islam, yaitu Ramadhan 1447 H/2026 M.
Berdasarkan perhitungan kalender, Ramadhan 2026 diperkirakan akan tiba dalam hitungan pekan ke depan.
Ini menjadi momentum penting bagi setiap Muslim untuk mulai mempersiapkan diri, bukan hanya secara fisik, tetapi lebih utama secara iman dan amal.
Salah satu bulan yang memiliki peran strategis sebagai jembatan menuju Ramadhan adalah bulan Sya’ban.
Bulan ini menjadi waktu terbaik untuk melatih diri, memperbaiki ibadah, dan memperbanyak puasa sunnah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Berikut contoh teks khutbah Jumat tentang persiapan Ramadhan di bulan Sya'ban.

- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَقَالَ الله تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan dengan ketaatan yang konsisten sepanjang hidup, dalam kondisi lapang maupun sempit, senang maupun susah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk terus beribadah hingga akhir hayat.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surah Al-Hijr ayat ke-99:
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)
Allah juga mengingatkan orang-orang beriman agar menjaga keislaman hingga akhir kehidupan:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
Ketakwaan yang sejati akan melahirkan ketenangan, kecukupan, dan jalan keluar dari berbagai persoalan hidup. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Teladan Rasulullah dalam Ibadah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik dalam beribadah. Beliau mengisi malam-malamnya dengan shalat hingga kedua kakinya bengkak. Hal ini diceritakan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam hingga kedua telapak kakinya pecah-pecah. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang telah lalu dan yang akan datang?’ Beliau menjawab, ‘Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur?’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain shalat, Rasulullah juga dikenal sangat rajin berpuasa sunnah. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari)
Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Bulan Sya’ban adalah bulan yang istimewa karena Rasulullah SAW memperbanyak puasa di dalamnya. Dalam riwayat lain disebutkan:
“Beliau berpuasa hampir seluruh bulan Sya’ban, bahkan seakan-akan beliau berpuasa penuh di bulan itu.” (HR. Al-Bukhari)
Puasa di bulan Sya’ban menjadi latihan spiritual agar hati dan tubuh siap menyambut Ramadhan. Namun, perlu diingat bahwa ibadah wajib harus lebih diutamakan daripada ibadah sunnah.
Tunaikan Utang Puasa Sebelum Ramadhan
Bagi kaum Muslimin yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, maka kewajiban tersebut harus segera ditunaikan. Aisyah radhiallahu ‘anha menuturkan:
“Aku pernah memiliki utang puasa Ramadhan dan tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena kesibukanku melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“(Puasa itu dilakukan) pada hari-hari tertentu. Barang siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah ia mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Khutbah Kedua
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan memperbaiki niat dalam setiap amal. Amal yang diterima di sisi Allah adalah amal yang ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Ta’ala berfirman:
فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا
“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh.” (QS. Al-Kahfi: 110)
Meski dianjurkan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Rasulullah memberikan batasan bagi orang yang tidak terbiasa berpuasa:
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang memang memiliki kebiasaan berpuasa.” (HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan Islam adalah agama yang penuh keseimbangan dan kehati-hatian.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan bulan Sya’ban sebagai momentum persiapan menyambut Ramadhan 2026 dengan memperbaiki niat, melunasi kewajiban, dan memperbanyak amal sunnah sesuai kemampuan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita, memudahkan langkah kita dalam ketaatan, dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, beriman, dan siap beribadah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (gwn)
Sumber: khotbahjumat.com, muhammadiyah.or.id, quran.kemenag.go.id
Load more