Jangan Anggap Sepele Wudhu, Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Penentu Sah Tidaknya Shalat
- Ilustrasi AI
"Yang kedua, tidak cukup berwudhu saja tapi harus sempurna wudhunya," lanjutnya.
UAH kemudian mengisahkan sebuah peristiwa yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA.
Pada masa Rasulullah SAW, ada seorang laki-laki yang berwudhu dengan tergesa-gesa hingga menyisakan bagian kecil di kakinya, hanya seujung kuku yang tidak terkena air.
Ketika Rasulullah SAW melihat hal tersebut, beliau langsung menegurnya dan memerintahkan agar wudhunya diulang dan disempurnakan.
Nabi SAW berkata kepada orang itu:
"Kamu balik lagi, ulangi lagi wudhunya, sempurnakan".
Kisah ini menunjukkan bahwa kesempurnaan wudhu adalah perkara serius yang tidak bisa ditawar.
Kesalahan Wudhu Berdampak pada Shalat
Dalam riwayat lain, Ustaz Adi Hidayat menceritakan kisah seorang laki-laki yang shalat di Masjid Nabawi di samping Rasulullah SAW.
Setelah selesai shalat dan mengucapkan salam, Nabi SAW justru menyuruhnya mengulang shalatnya.
Rasulullah SAW berkata:
"Anda shalat lagi, karena Anda belum shalat".
Perintah ini diulang hingga tiga kali, dan setiap kali sholat, Nabi SAW tetap mengatakan hal yang sama. Hingga akhirnya orang tersebut mengakui keterbatasannya dan memohon bimbingan.
Ia berkata:
"Ya Rasulullah saya tidak bisa lebih baik lagi daripada ini. Tolong ajarkan saya"
Maka Rasulullah SAW bersabda:
"Kalau kamu ingin shalatnya sempurna, maka cepat sempurnakan dulu wudhunya (Nabi SAW mengajarkan cara wudhu yang benar)"
Menurut para ahli hadis, jika kesalahan hanya terletak pada gerakan shalat, tentu Rasulullah SAW akan langsung memperbaiki tata cara shalatnya.
Namun karena Nabi SAW memulai penjelasan dari wudhu, hal ini menunjukkan bahwa akar masalahnya ada pada wudhu yang tidak sempurna.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa wudhu yang asal-asalan akan berdampak langsung pada kualitas shalat.
Jika wudhunya tergesa-gesa, maka shalatnya pun cenderung dilakukan dengan terburu-buru.

- Pexels/Alperen Bozkurt
Menyebut Nama Allah saat Memulai Wudhu
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa shalat dan wudhu memiliki keterkaitan yang sangat erat.
Nabi SAW bersabda:
"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak punya wudhu. Dan tidak diterima wudhu seseorang (tidak sempurna) bagi yang tidak menyebut nama Allah SWT".
Load more