GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenapa saat Shalat Jumat Adzan Dikumandangkan 2 Kali, Ada Dalilnya? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Sejarahnya

Kenapa saat shalat Jumat adzan dikumandangkan 2 kali,? Ustaz Adi Hidayat jelaskan sejarah lahirnya adzan dua kali di zaman Khalifah Utsman bin Affan.
Jumat, 6 Februari 2026 - 06:00 WIB
Ilustrasi shalat Jumat
Sumber :
  • Pexels/Furkan Furkan_Uslu57

tvOnenews.com - Bagi sebagian umat Islam mungkin muncul pertanyaan saat menghadiri shalat Jumat, mengapa adzan Jumat dikumandangkan dua kali? 

Bukankah pada masa Rasulullah SAW adzan hanya sekali? Apakah praktik dua kali adzan ini benar-benar memiliki dasar, atau sekadar tradisi yang terus berulang?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan ini wajar muncul, terlebih di era sekarang ketika teknologi sudah sangat maju. 

Suara adzan bisa terdengar hingga jauh melalui pengeras suara, bahkan pengingat waktu shalat sudah ada di genggaman melalui ponsel. 

Menjawab kebingungan tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan panjang dan sistematis, mulai dari sejarah, hikmah, hingga kaidah fikih yang melatarbelakanginya.

Ilustrasi jemaah shalat Jumat di luar Masjid Al-Aqsa
Ilustrasi jemaah shalat Jumat di luar Masjid Al-Aqsa
Sumber :
  • Antara

Sejarah Munculnya Dua Kali Adzan Jumat

Ustaz Adi Hidayat menegaskan sejak awal bahwa dua kali adzan Jumat bukan praktik di masa Nabi Muhammad SAW. Hal ini juga tidak dilakukan pada masa dua khalifah pertama.

“Bagaimana kalau shalatnya adzannya dua kali? Dari mana adanya dua kali itu? Muncul kisahnya di masa Utsman bin Affan. Jadi zaman Nabi SAW tidak ada, zaman Abu Bakar tidak ada, zamannya Umar tidak ada, zamannya Utsman bin Affan, itu kemudian muncul persoalan ini,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Artinya, praktik dua kali adzan bukan bid’ah tanpa dasar, tetapi lahir dari kebutuhan umat pada masa kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Jamaah Bertambah, Masjid Terbatas

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa pada masa Khalifah Utsman, jumlah umat Islam berkembang sangat pesat. 

Wilayah Islam meluas, penduduk bertambah, sementara fasilitas masjid dan sarana komunikasi sangat terbatas.

“Jamaahnya semakin meluas, umat Islam membeludak yang masuk Islam, masjidnya terbatas, di antara keterbatasannya tidak memiliki sound system seperti canggihnya saat ini,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Pada masa itu, tidak ada pengeras suara, tidak ada alarm, dan tidak ada media pengingat selain suara muadzin. 

Padahal, banyak umat Islam yang masih berada di ladang, sawah, atau tempat kerja yang jauh dari masjid.

“Jadi persoalan ketika dipanggil di Jumatan, ada yang belum dengar. Ada yang masih di ladangnya, di sawahnya, macem-macem,” tambahnya.

Sementara kemampuan suara manusia tentu sangat terbatas.

“Sementara suara muadzin terbatas, sekuat-kuatnya bilal, sampai mana sih kedengerannya?” lanjutnya.

Akibatnya, banyak jamaah yang datang terlambat ke masjid dan hampir tertinggal shalat Jumat.

Ilustrasi shalat Jumat
Ilustrasi shalat Jumat
Sumber :
  • Pexels/Mohammed Alim

Solusi Khalifah Utsman: Dua Kali Adzan

Melihat kondisi tersebut, Khalifah Utsman bin Affan mengambil kebijakan dengan menambahkan satu adzan sebelum waktu shalat Jumat benar-benar masuk.

“Akhirnya, dijadikan oleh beliau adzan pada saat Jumatan dengan dua kali adzan. Dua kali,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Namun Ustaz Adi Hidayat menekankan, adzan pertama ini bukan adzan masuk waktu.

“Adzan pertama untuk pengingat sebetulnya. Bukan tepat saat masuk waktu, bukan. Tapi sebelum waktu,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

“Misal kalau jam 12 waktu shalatnya maka 12 kurang seperempat adzan,” lajutnya.

Tujuannya agar umat Islam bisa bersiap-siap, menghentikan aktivitas, berwudhu, dan berangkat ke masjid.

Fungsi Adzan Kedua

Sementara itu, adzan kedua baru dikumandangkan ketika waktu shalat Jumat benar-benar masuk.

“Nah adzan yang kedua ini, yang disebut adzan yang kedua. Itu saat waktu masuk,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Adzan ini dikumandangkan ketika imam telah naik ke mimbar.

“Jadi begitu imamnya naik ke atas bimbar, waktu sudah masuk, maka disitu dia adzan,” kata UAH.

Dengan demikian, secara hakikat, adzan kedua inilah adzan waktu shalat Jumat yang asli.

Bagaimana dengan Shalat Sunnah Setelah Adzan Pertama?

Ustaz Adi Hidayat juga meluruskan pemahaman terkait shalat sunnah setelah adzan pertama.

“Ketika orang datang sebelum imamnya naik ke atas mimbarnya, dia shalat. Shalat sunnah itu bukan rawatib, bukan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Shalat yang dilakukan adalah shalat sunnah mutlak, bukan qobliyah Jumat.

“Jadi kalau Anda pengen shalat, shalat aja nggak ada masalah. Tapi shalat itu bukan rawatib, shalat mutlaq,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Namun ketika imam sudah naik ke mimbar, shalat sunnah pun harus dihentikan.

“Kalau imamnya sudah naik, sudah nggak ada shalat lagi, selesai di situ.”

Kaidah Fikih: Hukum Bergantung pada Sebab

Setelah menjelaskan sejarah dan praktiknya, Ustaz Adi Hidayat masuk ke pembahasan kaidah usul fikih yang sangat penting.

“Dalam kaidah usul fiqh, berlaku hukum illat, al-hukmu yaduru ma'a illatihi,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Artinya, sebuah hukum berlaku selama sebabnya masih ada.

“Zamannya Utsman bin Affan, sebab adzan dua kali itu, karena memang orang banyak, perangkat untuk manggil nggak ada,” ujarnya.

Namun jika sebab tersebut sudah hilang, maka hukum bisa kembali ke asalnya.

“Maka kata para ulama, kalau illatnya sudah nggak ada, maka kembali ke hukum asal,” tambahnya.

Di zaman sekarang, teknologi sudah sangat canggih.

“Mic-nya sudah ada. Perangkat komunikasinya sudah ada. Pengingatnya sudah ada, alarmnya,” kata UAH.

Maka secara hukum asal, adzan satu kali sudah mencukupi.

“Kalau sudah sedemikian itu, sudah ada canggihnya, nggak perlu menggunakan dua kali adzan lagi. Cukup sekali saja,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Namun demikian, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dua kali adzan tetap boleh dilakukan jika ada kebutuhan tertentu.

“Walaupun dua kali tidak dipersalahkan kalau ingin mengingatkan,” tambahnya.

Masjid Nabawi - Masjidil Haram
Masjid Nabawi - Masjidil Haram
Sumber :
  • tvOnenews - Gigih Wahyuningsih

Kenapa di Mekkah dan Madinah Masih Dua Kali?

Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan agar umat Islam tidak gegabah menyalahkan praktik dua kali adzan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Awas hati-hati, jangan Anda katakan misalnya. Oh salah kalau misalnya dua kali. Apa di Mekkah pada salah semua? Apa di Madinah pada salah semua?”

Di dua kota suci tersebut, dua kali adzan masih dibutuhkan karena kondisi jamaah yang sangat besar dan kompleks.

“Seperti di Mekkah, orang tua dikasih adzan yang pertama, supaya nggak kaget.”

“Di Madinah juga demikian, supaya agak cepat-cepat berangkat dan sebagainya.”

Tujuannya adalah membangun kesiapsiagaan agar tidak menunda ibadah.

“Makanya ditetapkan dua kali adzan, sekalipun perangkat komunikasinya sudah canggih, untuk memberikan kesiap-siagaan.”

Dari penjelasan Ustaz Adi Hidayat, dapat disimpulkan bahwa dua kali adzan Jumat memiliki dasar sejarah dan dalil yang kuat, bukan sekadar tradisi tanpa makna. 

Praktik ini lahir dari kebutuhan umat dan fleksibel mengikuti kondisi zaman, sesuai kaidah fikih Islam.

Yang terpenting bukan soal jumlah adzan, melainkan respons kita terhadap panggilan Allah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah adzan satu kali atau dua kali, semuanya bertujuan sama: agar kaum Muslimin bersegera memenuhi seruan shalat Jumat tanpa menunda-nunda.

Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan kerasnya suara adzan, melainkan kesungguhan hati dalam memenuhi panggilan-Nya. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pusaran Panas Korupsi Pertamina: Anak Riza Chalid Dituntut Rp13,4 Triliun, Ayah Buron Interpol

Pusaran Panas Korupsi Pertamina: Anak Riza Chalid Dituntut Rp13,4 Triliun, Ayah Buron Interpol

Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun dan ganti rugi Rp13,4 triliun dalam kasus korupsi Pertamina, sementara sang ayah resmi buron Interpol.
Stafsus Menag Salurkan Alquran dan Bantuan Renovasi Masjid di Tondano

Stafsus Menag Salurkan Alquran dan Bantuan Renovasi Masjid di Tondano

Gugun menegaskan bahwa masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban umat.
Simon Tahamata Soroti Eksodus Pemain Diaspora ke Super League: Indonesia Besar, Banyak Bakat Lokal

Simon Tahamata Soroti Eksodus Pemain Diaspora ke Super League: Indonesia Besar, Banyak Bakat Lokal

Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, angkat bicara soal maraknya pemain diaspora di Super League. Ia menilai fenomena tersebut tak perlu diperdebatkan.
Purbaya Kucurkan Belanja Negara Rp809 Triliun di Awal 2026 demi Dongkrak Konsumsi dan Investasi

Purbaya Kucurkan Belanja Negara Rp809 Triliun di Awal 2026 demi Dongkrak Konsumsi dan Investasi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengucurkan belanja negara Rp809 triliun pada triwulan pertama 2026 sebagai strategi menjaga momentum ekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
ISESS: Posisi Polri Sudah Final di Bawah Presiden

ISESS: Posisi Polri Sudah Final di Bawah Presiden

Lembaga ini dinilai memiliki peran penting dalam memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif.
Reputasi dan Kepercayaan Publik Disebut Terganggu, Clairmont Ambil Langkah Hukum Tegas

Reputasi dan Kepercayaan Publik Disebut Terganggu, Clairmont Ambil Langkah Hukum Tegas

Clairmont resmi laporkan kembali Codeblu ke Bareskrim atas dugaan rekayasa informasi dan cyber bullying. Kuasa hukum beberkan alasan dan pasal baru.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Codeblu Kembali Dilaporkan Clairmont ke Bareskrim, PT Prima Hidup Lestari Ungkap Dugaan Informasi Direkayasa dan Pemerasan

Codeblu Kembali Dilaporkan Clairmont ke Bareskrim, PT Prima Hidup Lestari Ungkap Dugaan Informasi Direkayasa dan Pemerasan

Codeblu kembali dilaporkan Clairmont ke Bareskrim atas dugaan informasi direkayasa dan pemerasan, laporan kedua setelah kasus di Jaksel dicabut.
Fakta-fakta Penemuan Koper Berisi Narkoba Milik Kapolres Bima Kota AKBP Didik, Dititip di Rumah Polwan 

Fakta-fakta Penemuan Koper Berisi Narkoba Milik Kapolres Bima Kota AKBP Didik, Dititip di Rumah Polwan 

Saat penyidik mendatangi lokasi, koper tersebut telah lebih dahulu diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Prediksi cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT