GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

H-10 Ramadhan 2026: Tradisi Ruwahan atau Munggahan, Apakah Diperbolehkan dalam Islam? Begini Kata Buya Yahya

H-10 Ramadhan 2026: Tradisi ruwahan atau munggahan, memangnya diperbolehkan dalam Islam? Begini penjelasan Buya Yahya.
Senin, 9 Februari 2026 - 01:56 WIB
Ilustrasi tradisi ruwahan atau munggahan jelang Ramadhan
Sumber :
  • Ilustrasi AI

tvOnenews.com - Memasuki H-10 menjelang Ramadhan 1447 H atau Ramadhan 2026, berbagai tradisi khas Nusantara kembali hidup di tengah masyarakat. 

Salah satunya adalah tradisi ruwahan atau munggahan, yang biasa diisi dengan doa bersama, berbagi makanan, serta berkumpul dengan keluarga dan tetangga sebelum memasuki bulan suci.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan praktik ini. Apakah ruwahan atau munggahan benar-benar dibolehkan dalam Islam? 

Apakah mendoakan arwah dalam tradisi tersebut sesuai dengan syariat, atau justru termasuk amalan yang keliru?

Untuk menjawab kegelisahan tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan yang menyejukkan dan proporsional, dengan menempatkan tradisi pada koridor akidah dan syariat yang benar.

Ilustrasi Ramadhan 2026
Ilustrasi Ramadhan 2026
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Memahami Makna “Ruh” dalam Tradisi Ruwahan

Buya Yahya menegaskan bahwa hal paling mendasar yang perlu dipahami sebelum menilai tradisi ruwahan adalah bagaimana seseorang memaknai “ruh” itu sendiri. 

Jika yang dimaksud adalah ruh orang-orang beriman yang telah wafat, maka mendoakan mereka merupakan amalan yang dibenarkan.

“Kalau ruh yang dimaksud adalah orang-orang beriman yang telah mendahului kita, kemudian kita mendoakan mereka, kapan saja kita boleh mendoakan,” ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Dengan demikian, doa untuk orang-orang beriman yang telah meninggal tidak terikat waktu tertentu. 

Baik menjelang Ramadhan maupun di hari lain, mendoakan mereka tetap sah dan bernilai ibadah.

Berbagi Makanan dan Silaturahim Jelang Ramadhan

Selain doa, tradisi ruwahan atau munggahan juga identik dengan berbagi makanan dan berkumpul bersama. 

Menurut Buya Yahya, hal ini justru memiliki nilai kebaikan yang besar, selama niat dan praktiknya benar.

“Untuk yang hidup, menjalin silaturahim, saling bertukar makanan. Suasana indah seperti itu. Justru itu mukadimah, keakraban sebelum Ramadhan dan sah-sah saja,” kata Buya Yahya.

Ia menilai tradisi tersebut sebagai pengantar yang baik sebelum memasuki Ramadhan, karena menghadirkan suasana kehangatan, kebersamaan, dan saling berbagi di tengah masyarakat.

Doa untuk Orang yang Telah Wafat: Dianjurkan

Dalam tradisi ruwahan, doa untuk orang yang telah mendahului sering menjadi bagian utama. Buya Yahya menegaskan bahwa hal ini bukan hanya boleh, tetapi juga dianjurkan, selama doa tersebut ditujukan kepada sesama orang beriman.

“Kemudian di dalamnya ada doa-doa untuk orang yang telah mendahului kita, maknanya adalah mendoakan. Mendoakan dari kita ahli iman, ya sah, bahkan dianjurkan,” lanjutnya.

Dengan catatan, doa tersebut tidak disertai keyakinan atau praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Meluruskan Hal yang Tidak Sesuai Syariat

Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tetap kritis terhadap unsur-unsur tradisi yang berpotensi melenceng dari syariat. 

Jika dalam pelaksanaannya terdapat hal-hal yang tidak jelas atau tidak sesuai ajaran Islam, maka sebaiknya ditinggalkan.

Salah satu contohnya adalah penyebutan nama arwah yang tidak jelas asal-usul atau keyakinannya. 

Menurut Buya Yahya, hal tersebut bisa diarahkan ulang dengan cara yang lebih tepat.

“Kalau ada kesalahan, mungkin telah disebut sesuatu atau mungkin ruh-ruh yang tidak jelas, tinggal dihilangkan saja,” kata Buya Yahya.

Sebagai gantinya, doa dapat diarahkan secara umum untuk ruh orang-orang beriman yang telah wafat.

Tradisi Baik yang Perlu Dijaga dan Diluruskan

Buya Yahya menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa selama tradisi ruwahan atau munggahan masih bisa diarahkan agar sesuai dengan syariat, maka tidak ada alasan untuk meninggalkannya.

“Jadi, selagi perkumpulan tersebut masih bisa diarahkan, sesuai dengan syariat, lanjutkan karena itu tradisi yang baik. Membagi makanan, siapa yang menyalahkan bagi-bagi makanan,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa tradisi ruwahan atau munggahan menjelang Ramadhan pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam, bahkan mengandung banyak nilai kebaikan. 

Kuncinya terletak pada niat, pemahaman akidah yang lurus, serta kesediaan untuk meluruskan praktik yang tidak sesuai dengan syariat. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Hoki pada Tanggal 17 Mei 2026, Siap-siap Pintu Rezeki Terbuka Lebar

5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Hoki pada Tanggal 17 Mei 2026, Siap-siap Pintu Rezeki Terbuka Lebar

Berdasarkan perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang diramal akan mendapatkan lonjakan keberuntungan luar biasa pada tanggal 17 Mei 2026. Siapa saja?
Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Barang dan Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 35 Orang Luka-luka

Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Barang dan Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 35 Orang Luka-luka

Baru-baru ini beredar kabar terkait detik-detik kecelakaan maut kereta barang dan bus di Bangkok. Ironisnya, kecelakaan maut itu menewaskan 8 orang dan 35 orang
Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Jangkung Ini Bakal Bela Timnas Indonesia

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Jangkung Ini Bakal Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi kedatangan striker muda jangkung bernama Mitchell Baker. Pemain 196 cm yang baru direkrut Colorado Rapids itu disebut masuk proyek John Herdman.
Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Padahal awalnya ingin foto bareng Dedi Mulyadi, bocah asal Tasikmalaya ini justru menangis histeris saat bertemu dengan KDM, kok bisa?
Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

AC Milan bersiap menghadapi bursa transfer musim panas yang diprediksi berlangsung penuh gejolak. Rossoneri disebut tidak akan ragu melepas sejumlah pemain.
Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, mendukung Menteri UMKM yang meminta platform e-commerce menahan kenaikan biaya admin yang membebani pelaku usaha kecil.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT