News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan tentang Kesadaran Diri Akan Dosa

Jelang Ramadhan, begini pesan Buya Yahya tentang kesadaran diri akan dosa, sebagai titik awal perubahan.
Senin, 9 Februari 2026 - 02:23 WIB
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak orang mulai melakukan introspeksi diri. 

Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga momentum terbaik untuk jujur pada diri sendiri, tentang dosa yang masih dilakukan, kebiasaan buruk yang belum ditinggalkan, dan kesalahan yang kerap diulang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sedikit yang merasa minder, bahkan putus asa, karena menganggap masa lalunya terlalu kelam untuk diperbaiki.

Dalam suasana jelang Ramadhan, Buya Yahya mengingatkan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pintu rahmat Allah tidak pernah tertutup. 

Kuncinya bukan pada seberapa bersih masa lalu kita, tetapi pada kesadaran, penyesalan, dan keberanian untuk kembali kepada Allah dengan hati yang jujur.

Ilustrasi Ramadhan 2026
Ilustrasi Ramadhan 2026
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Allah yang Mengangkat Derajat, Bukan Manusia

Buya Yahya menegaskan bahwa seorang hamba tidak perlu sibuk memikirkan penilaian manusia. Yang memiliki kuasa penuh untuk mengangkat atau merendahkan derajat seseorang hanyalah Allah SWT.

“Sudahlah kita dengan Allah Yang Maha Kuasa untuk mengangkat Anda,” tutur Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Ia lalu mengajak umat Islam melihat sejarah para sahabat Nabi yang memiliki masa lalu kelam, namun diangkat derajatnya oleh Allah setelah mendapatkan hidayah.

“Kalau bicara tentang jelek-jelekan, tidak ada orang yang lebih jelek daripada Sayidina Umar bin Khattab sebelum masuk Islam. Impiannya memenggal leher Nabi,” kata Buya Yahya.

Begitu pula dengan Khalid bin Walid yang sebelum masuk Islam pernah menjadi sebab kekalahan kaum Muslimin.

“Khalid bin Walid mukul mundur kaum muslimin waktu di perang Uhud sampai Sayidina Hamzah terbunuh,” lanjutnya.

Namun Allah membuktikan bahwa masa lalu bukan penghalang untuk kemuliaan.

“Tapi setelah itu Allah angkat menjadi seorang Umar bin Khattab,” tambahnya.

Sadar Dosa, Titik Awal Perubahan

Menurut Buya Yahya, masalah terbesar bukanlah banyaknya dosa, melainkan tidak adanya kesadaran bahwa seseorang sedang berada dalam kesalahan.

“Maksudnya apa? Yang penting sadar dulu kejelekan Anda ini apa. Yang repot enggak sadar,” ujar Buya Yahya.

Ia menegaskan bahwa siapa pun, seburuk apa pun masa lalunya, masih memiliki peluang untuk kembali kepada Allah.

Kesadaran inilah yang menjadi pintu awal turunnya pertolongan Allah.

“Sejelek apapun, kelam, dia mabuk iya, judi iya, enggak shalat, zina, semuanya,” tutur Buya Yahya.

“Yang mengangkat kita adalah Allah. Mulailah dari menyadari itu semuanya,” tambahnya.

Ilustrasi shalat tahajud
Ilustrasi shalat tahajud
Sumber :
  • Freepik

Mengadu kepada Allah di Tengah Malam

Buya Yahya mengajak umat Islam untuk membiasakan diri mengadu langsung kepada Allah, terutama di waktu-waktu sunyi, sebagai bagian dari persiapan spiritual menuju Ramadhan.

“Setelah kita mulai dari menyadari, ngadulah setiap malam kepada Allah,” ujar Buya Yahya.

Ia mencontohkan dosa yang sering sulit dilepaskan, seperti riba.

Menurutnya, doa yang diulang dengan penuh penyesalan akan membuka jalan keluar.

“Riba, riba, riba setiap hari sampai Anda betul-betul menyesal, lihat bersama itulah akan ada pertolongan,” ujarnya.

Jangan Umbar Aib, Cukup Allah yang Tahu

Dalam proses bertaubat, Buya Yahya juga mengingatkan agar seseorang tidak membuka keburukan dirinya kepada manusia.

Tobat yang tulus tidak membutuhkan pengakuan publik, cukup kejujuran di hadapan Allah.

“Enggak usah, jangan terang-terangan dengan orang ketahuan. Kalau Anda punya kebiasaan jelek, ngadu di tengah malam, waktu sendiri, adukan kepada Allah subhanahu wa taala,” kata Buya Yahya.

Jelang Ramadhan, Kurangi Maksiat Lebih Dulu

Buya Yahya menekankan bahwa persiapan terbaik menyambut Ramadhan bukan hanya memperbanyak ibadah sunnah, tetapi mulai meninggalkan maksiat.

Ia menegaskan bahwa menjauh dari dosa akan memudahkan seseorang untuk taat.

“Ini persiapan di bulan Ramadan ya. Insyaallah persiapannya adalah kita membiasakan ayo mengurangi kemaksiatan,” kata Buya Yahya.

“Semakin orang jauh dari maksiat, lihat semakin mudah kita melakukan ketaatan pada akhirnya,” lanjutnya.

Waspada Merasa Aman dengan Ibadah

Di akhir nasihatnya, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak merasa aman hanya karena rajin beribadah, sementara dosa masih dipelihara tanpa penyesalan.

“Jangan sampai kita tertipu ya, tertipu melakukan ibadah seolah-olah dia menjadi orang yang beruntung ternyata tidak beruntung,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan ini menjadi pengingat penting jelang Ramadhan, bulan suci bukan sekadar soal banyaknya ibadah, tetapi tentang kejujuran hati untuk berubah. 

Karena sejatinya, ketika kesadaran itu hadir, Allah-lah yang akan mengangkat derajat hamba-Nya, setinggi apa pun Dia kehendaki. (gwn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Megatron Meredup? Ini Persamaan Performa Megawati Hangestri di Proliga dan V-League bersama Red Sparks

Megatron Meredup? Ini Persamaan Performa Megawati Hangestri di Proliga dan V-League bersama Red Sparks

Megawati Hangestri Pertiwi kembali membuktikan bahwa performanya tak meredup usai bersinar di V-League Korea bersama Red Sparks. Konsistensi di Proliga 2026.
Truk Mundur Tak Kuat Menanjak di Ciracas, Tabrak Dua Mobil dan Sepeda Motor

Truk Mundur Tak Kuat Menanjak di Ciracas, Tabrak Dua Mobil dan Sepeda Motor

Truk tak kuat menanjak di Jalan Raya PKP Ciracas, Jakarta Timur, mundur dan menabrak tiga kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pembalap Indonesia Andi Gilang Resmi Gabung JDT Racing Team di ARRC 2026

Pembalap Indonesia Andi Gilang Resmi Gabung JDT Racing Team di ARRC 2026

Pembalap Indonesia, Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang resmi bergabung dengan tim JDT Racing di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.
Masa Depan AC Milan Cerah, Aset Berharganya Kian Bersinar di Tim Akademi dan Banjir Peminat Jelang Bursa Transfer

Masa Depan AC Milan Cerah, Aset Berharganya Kian Bersinar di Tim Akademi dan Banjir Peminat Jelang Bursa Transfer

Perkembangan pesat Emanuele Sala bersama Milan Futuro mulai menjadi buah bibir di Italia. Talenta muda AC Milan itu perlahan tampil makin bersinar di akademi.
Pelajar Asal Cimahi Tewas Usai Terjun dari Flyover Pasupati Bandung, Sempat Berdiri Beberapa Detik dengan Wajah Pucat dan Kebingungan

Pelajar Asal Cimahi Tewas Usai Terjun dari Flyover Pasupati Bandung, Sempat Berdiri Beberapa Detik dengan Wajah Pucat dan Kebingungan

Pelajar asal Cimahi tewas usai terjun dari Flyover Pasupati Bandung pada Selasa (10/2/2026). Ini kesaksian saksi mata di TKP.
MA Putus 37.973 Perkara Sepanjang 2025, Pertahankan Produktivitas 97 Persen Selama 6 Tahun

MA Putus 37.973 Perkara Sepanjang 2025, Pertahankan Produktivitas 97 Persen Selama 6 Tahun

Ketua MA Sunarto menyampaikan capaian tersebut dalam sidang istimewa Laporan Tahunan MA 2025 di Gedung MA, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Trending

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Berikut profil lengkap dan perjalanan hidup Mohan Hazian, penulis sekaligus owner brand lokal streetwear Thanksinsomnia terlibat dugaan kasus pelecehan seksual.
Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.
Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Owner brand Thanksinsomnia Mohan Hazian terseret kasus dugaan pelecehan seksual. Dugaan tersebut menjadi viral di media sosial. Ini duduk perkaranya.
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas pelanggaran keamanan dan ketertiban selama gelaran Kejuaraan Futsal Asia 2026.
Klarifikasi Mohan Hazian soal Isu Pelecehan Seksual yang Seret Namanya: Kalian Pasti Baca dari X, Lu Semua Harus Tahu Ini Sangat Merugikan Gua

Klarifikasi Mohan Hazian soal Isu Pelecehan Seksual yang Seret Namanya: Kalian Pasti Baca dari X, Lu Semua Harus Tahu Ini Sangat Merugikan Gua

Owner brand Thanksinsomnia Mohan Hazian menyampaikan klarifikasinya soal isu pelecehan seksual yang menyeret namanya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT