Sudah Punya Istri tapi Suami Masih Gemar Onani dan Menonton Blue Film, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
- Pexels/Karolina Grabowska
tvOnenews.com - Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua persoalan selalu tampak di permukaan.Â
Ada masalah yang jarang dibicarakan, namun diam-diam mengusik ketenangan hubungan suami istri.Â
Salah satunya adalah kebiasaan sebagian orang yang masih terjerumus dalam perilaku yang tidak semestinya, meskipun telah memiliki pasangan halal.
Tak sedikit istri yang merasa bingung, kecewa, bahkan terluka ketika mengetahui suaminya masih gemar melakukan onani atau menonton blue film.Â
Di sisi lain, ada pula suami yang sebenarnya sadar bahwa kebiasaan tersebut tidak baik, tetapi merasa sulit menghentikannya.Â
Dari sinilah muncul pertanyaan yang cukup sensitif namun penting untuk dibahas: sudah punya istri, tapi suami masih gemar onani dan menonton blue film, bagaimana hukumnya dalam Islam?

- Unsplash/Cai Fang
Persoalan ini pernah dijelaskan secara tegas oleh Buya Yahya.Â
Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kesalahan dan memperbanyak istighfar.
"Pertama banyak istighfar. Itu adalah sebuah kesalahan, istighfar yang banyak agar bersih. Istighfar, sesali itu dosa, karena waktu Anda bertanya itu sendiri karena Anda menyadari kalau tidak baik dan tidak benar," ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Buya Yahya mengingatkan bahwa rasa gelisah dan pertanyaan yang muncul dalam hati justru menjadi tanda baik, karena menunjukkan adanya kesadaran.Â
Kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang patut dianggap remeh, melainkan perbuatan yang harus disesali dan ditinggalkan.
Ia juga menjelaskan bahwa sering kali seseorang terjatuh bukan semata karena syahwat, melainkan karena lemahnya benteng diri.

- Freepik
Lebih jauh, Buya Yahya menyoroti bahaya menonton film-film yang tidak pantas.Â
Menurutnya, dampaknya bukan hanya persoalan dosa, tetapi juga kerugian psikologis dan keharmonisan rumah tangga.
Ketika seseorang terbiasa melihat hal-hal yang tidak nyata, pikirannya akan dipenuhi gambaran semu.Â
Akibatnya, pasangan halal yang ada di hadapan justru bisa terasa kurang di mata pelakunya.
"Masalah melihat film-film semacam itu merugikan diri sendiri. Karena akan menjadikan seseorang memasuki alam khayal, alam yang tidak nyata," ujarnya.
Load more