News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tradisi Munggahan Menjelang Ramadhan, Ini Penjelasan Ulama tentang Hukumnya dalam Islam

Tradisi munggahan menjelang Ramadhan sering dilakukan masyarakat. Buya Yahya jelaskan hukumnya dalam Islam dan syarat agar tidak menyimpang dari syariat.
Selasa, 17 Februari 2026 - 21:55 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa memiliki kebiasaan unik yang disebut tradisi munggahan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dengan cara makan bersama keluarga atau tetangga, bahkan di beberapa daerah disertai dengan menyembelih ayam sebagai bentuk rasa syukur menyambut datangnya bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebagian masyarakat masih bertanya-tanya tentang bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi munggahan ini.

Apakah tradisi ini dibenarkan secara syariat, atau justru termasuk dalam perbuatan yang perlu diluruskan?

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Buya Yahya melalui kanal Al Bahjah TV.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa tradisi munggahan tidaklah terlarang selama tidak disertai keyakinan atau ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Selagi hal tersebut tidak disertai keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengan syariat, misalnya urusan roh-roh atau hal-hal mistik, maka tidak apa-apa. Kalau hanya sebatas bersedekah, berbagi makanan kepada tetangga, atau bentuk rasa syukur menjelang Ramadhan, maka itu justru baik. Itu berarti kampung tersebut mendapat taufik dari Allah,” ujar Buya Yahya.

Beliau menambahkan bahwa tradisi semacam ini sejatinya bisa menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Di masa lalu, masyarakat kerap memanfaatkan momen munggahan sebagai waktu untuk saling meminta maaf dan memperbaiki hubungan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

“Kalau kita minta maaf kepada orang, jangan hanya di hari raya saja. Munggahan ini bisa dijadikan momen memperindah Ramadhan, menyatukan hati yang mungkin sempat renggang,” lanjutnya.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa di beberapa daerah, tradisi semacam munggahan dikenal dengan nama megengan.

Biasanya warga memasak makanan dan membaginya kepada tetangga atau dibawa ke masjid. Semua dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dulu itu suasananya sangat indah. Masyarakat saling kirim makanan ke tetangga, bahkan ke masjid untuk berbuka bersama. Itu mempertemukan hati, menghapus rasa canggung antarwarga, dan menciptakan keakraban yang indah. Sayangnya, budaya seperti ini mulai hilang hari ini,” kenangnya.

Menurut Buya Yahya, yang tidak diperbolehkan adalah jika masyarakat menganggap munggahan sebagai kewajiban agama atau mengaitkannya dengan hal-hal gaib seperti roh leluhur atau tolak bala dengan keyakinan tertentu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT