Tradisi Munggahan Menjelang Ramadhan, Ini Penjelasan Ulama tentang Hukumnya dalam Islam
- YouTube
“Yang tidak boleh itu kalau dianggap wajib. Karena dalam Islam, tidak ada kewajiban seperti itu. Tapi kalau hanya sebagai budaya baik, silaturahmi, sedekah, dan mempererat hati menjelang Ramadhan, itu sangat bagus untuk dilestarikan,” tegas Buya Yahya.
Beliau juga menyinggung bahwa Islam tidak menolak budaya, selama di dalamnya tidak terdapat unsur kemusyrikan atau keyakinan yang menyimpang.
Bahkan, menurut beliau, budaya seperti munggahan bisa di-“islamkan” dengan mengganti unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat menjadi bentuk doa dan sedekah yang bernilai ibadah.
“Budaya yang sudah mengakar di masyarakat boleh dilestarikan, asal pesannya baik. Kalau dulu ada unsur mistik seperti menyebut roh atau mantra, maka hilangkan itu. Ganti dengan doa bersama, sedekah, atau berbagi rezeki kepada sesama. Itu bisa menjadi bentuk islamisasi budaya,” tutur Buya Yahya.
Beliau menutup penjelasannya dengan ajakan kepada umat Islam agar memanfaatkan momen menjelang Ramadhan untuk berdamai dan saling memaafkan.
“Menjelang Ramadhan ini, ayo berdamai. Suami-istri saling minta maaf, anak minta maaf kepada orang tua, dan tetangga saling berbaik hati. Kalau sudah begitu, insyaallah Ramadhan kita akan lebih indah dan penuh berkah,” pungkasnya. (adk)
Load more