News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berapa Rakaat Shalat Tarawih Sesuai Ajaran Rasulullah SAW? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah jelaskan jumlah rakaat shalat tarawih sesuai sunnah Rasulullah SAW. Boleh 11 rakaat, boleh juga 23 rakaat.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:34 WIB
Ilustrasi Shalat
Sumber :
  • Freepik/rawpixel.com

tvOnenews.com - Bulan Ramadhan, umat Islam mempersiapkan diri untuk melaksanakan berbagai amalan ibadah, termasuk shalat tarawih.

Namun, setiap tahun selalu muncul pertanyaan, berapa sebenarnya jumlah rakaat shalat tarawih yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW? Apakah 11 rakaat atau 23 rakaat?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya memberikan penjelasan mendalam terkait perbedaan ini.

Menurut beliau, shalat tarawih sejatinya memiliki makna santai dan merupakan bagian dari salat malam (qiyamul lail) yang khusus dilakukan pada bulan Ramadhan.

“Apakah shalat tarawih sama dengan shalat tahajud? Tarawih, qiyamul Ramadhan, qiyamul lail, tahajud, sama saja,” ujar Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube-nya.

Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan shalat tarawih di awal malam, tepat setelah shalat ba’diyah Isya.

Dalam satu kesempatan, Nabi mengerjakan shalat malam secara berjamaah bersama para sahabat, namun setelah itu tidak mengulanginya lagi secara berjamaah di malam-malam berikutnya.

“Rasulullah SAW tidak keluar dari rumahnya untuk shalat berjamaah tarawih karena khawatir shalat itu akan diwajibkan bagi umatnya. Tapi beliau tidak melarang untuk mengerjakannya,” jelas Ustaz Khalid.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Dari hadis ini, Ustaz Khalid menegaskan bahwa shalat tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, namun bukan kewajiban.

Oleh karena itu, tidak ada dasar untuk mempersalahkan orang yang tidak mengerjakannya, karena yang hilang hanyalah keutamaannya.

Terkait jumlah rakaat, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ada dua pandangan besar di kalangan ulama.

Pendapat pertama, mengacu pada hadis dari Aisyah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah rakaat shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Ini termasuk 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Namun, pendapat kedua mengacu pada praktik para sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Saat itu, Umar mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah dengan jumlah 23 rakaat.

“Umar bin Khattab memahami benar hadis Rasulullah SAW bahwa shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat tanpa batas. Maka beliau menetapkan 23 rakaat, dan tidak satu pun sahabat yang memprotesnya. Itu artinya terjadi ijma’ (kesepakatan) di antara para sahabat,” tutur Ustaz Khalid.

Beliau menambahkan bahwa hingga kini di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat.

Namun, mereka juga tidak menilai salah orang yang hanya mengerjakan 11 rakaat, karena keduanya memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih.

Ustaz Khalid kemudian menegaskan agar umat Islam tidak kaku dalam menyikapi perbedaan ini.

“Boleh 11 rakaat, boleh juga 23 rakaat, karena semua itu benar dan memiliki dasar masing-masing. Yang salah itu justru ketika kita saling menyalahkan dalam hal yang sebenarnya masih menjadi ranah perbedaan ulama,” jelasnya.

Beliau juga menyarankan agar umat Islam yang ingin menunaikan shalat tarawih menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid sekitar tempat tinggalnya.

Jika masjid melaksanakan 11 rakaat, maka ikutilah, begitu pula jika 23 rakaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau mau kerjakan 11 rakaat, cari masjid yang 11. Kalau mau 23, cari yang 23. Karena shalat bersama imam sampai imam selesai dicatat sebagai ibadah semalam suntuk,” ujar Ustaz Khalid sambil mengutip hadis Nabi SAW.

Tarawih, menurutnya, adalah kesempatan untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan keimanan dan harapan pahala, bukan untuk memperdebatkan hal yang tidak prinsipil. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT