Sudah Ikhtiar tapi Rezeki Terasa Seret? Ini Nasihat Menyentuh Syekh Ali Jaber
- Istimewa
tvOnenews.com - Dalam perjalanan hidup, tak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, berusaha maksimal, bahkan tak henti berdoa, namun rezeki masih terasa sempit.
Kondisi seperti ini kerap memunculkan kegelisahan, rasa lelah, hingga pertanyaan dalam hati.
Mengapa rezeki belum juga lapang, padahal ikhtiar seolah tak pernah putus?
Dalam sebuah tausiyahnya, Almarhum Syekh Ali Jaber pernah memberikan nasihat yang menenangkan sekaligus menyentuh.
Beliau mengingatkan bahwa seorang mukmin tidak hanya dituntut untuk berikhtiar, tetapi juga bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ikhtiar adalah kewajiban, namun hati tetap harus bergantung kepada Sang Pemberi Rezeki.

- Pexels.com / Anna Shvets
Syekh Ali Jaber menekankan pentingnya niat sebelum memulai segala usaha.
“Kita punya amal, tapi sebelum beramal, sebelum berusaha, sebelum berikhtiar, tolong jangan lupa niat. Nawaitunya untuk apa,” ujar Syekh Ali Jaber.
Menurutnya, niat bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam setiap langkah kehidupan.
Rezeki yang dicari hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai materi, tetapi sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Jadikan rezeki itu sebagai jembatan untuk mendapatkan ridha Allah, dengan niat,” kata Syekh Ali Jaber.
Beliau kembali mengingatkan betapa besar makna sebuah niat dalam hidup seorang mukmin.
“Nawaitu sangat berarti. Oleh karena itu jangan pernah tinggalkan nawaitu, di mana pun Anda berada, apapun urusannya,” ungkapnya.

- Istimewa
Lebih jauh, Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa saat rezeki terasa sulit, seorang hamba sebaiknya tidak terburu-buru menyalahkan keadaan, apalagi mempertanyakan ketentuan Allah SWT.
Sebaliknya, introspeksi diri menjadi langkah yang jauh lebih bijak.
Alih-alih berkata, “Kenapa Allah tidak melancarkan rezeki dan usaha saya?”, Syekh Ali Jaber menasihati agar seseorang bertanya pada dirinya sendiri:
“Apa salah saya? Apa kekurangan saya?”
Pesan ini mengandung makna mendalam. Bisa jadi, rezeki terasa sempit bukan karena kurangnya usaha, melainkan ada amalan yang terabaikan.
Syekh Ali Jaber mengingatkan, mungkin saja seseorang sering terlambat shalat Subuh, jarang membaca Al-Quran, atau lalai dalam ketaatan lainnya.
Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Talaq ayat 2:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. At-Talaq: 2)
“Itu berarti kalau kita berdoa, kita berikhtiar, kita berusaha, tapi masih menghadapi kesusahan dan kesulitan. Pasti ada sesuatu yang tertinggal.” jelas Syekh Ali Jaber.
Selain ikhtiar dan kerja keras, beliau menekankan pentingnya memperbanyak dzikir, terutama istigfar.
Dalam banyak kesempatan, Syekh Ali Jaber menyebut istigfar sebagai salah satu kunci pembuka pintu rezeki.
Istigfar tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Ia bisa diamalkan kapan saja: saat berjalan, berkendara, bahkan di sela aktivitas harian.
Mengingat Allah adalah investasi spiritual yang dampaknya luar biasa bagi kehidupan seorang hamba.
Beliau juga mengutip kisah seorang sahabat yang meminta amalan kepada Rasulullah SAW:
“Ya Rasulullah, berikan kepadaku amalan yang menjaminkanku masuk surga.”
Rasulullah SAW pun menjawab:
“Basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah.”
Dzikir, termasuk istigfar, bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan berbagai keutamaan istigfar, mulai dari kelapangan rezeki, kemudahan urusan, kesehatan, hingga keberkahan keturunan.
Selain itu, Syekh Ali Jaber juga mengingatkan pentingnya bersyukur. Sebab sering kali manusia lebih fokus pada apa yang belum dimiliki, daripada menyadari nikmat yang telah diberikan.
“Oleh karena itu janganlah Anda menjadi orang yang mengkufuri nikmat, tapi jadilah yang mensyukuri nikmat,” kata Syekh Ali Jaber.
Beliau menegaskan, ketika Allah telah ridha kepada seorang hamba, maka segala urusan akan dipermudah.
“Kalau Allah sudah ridha kepada kita, segala amal ibadah akan diterima dan segala usaha dan ikhtiar kita akan dipermudah oleh Allah,” kata Syekh Ali Jaber.
Pada akhirnya, Syekh Ali Jaber menutup nasihatnya dengan pengingat sederhana namun sangat mendasar: jangan pernah lelah berdoa. Bahkan Rasulullah SAW, manusia paling mulia, senantiasa berdoa kepada Allah SWT.
Sebab dalam hidup seorang mukmin, ikhtiar, niat yang lurus, dzikir, syukur, dan doa adalah rangkaian yang tak terpisahkan.
Ketika semuanya dijaga, rezeki bukan hanya menjadi cukup, tetapi juga penuh keberkahan. (gwn)
Load more