GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teks Khutbah Jumat Ramadhan 2026: Antara Nafsu, Setan, dan Kebiasaan Buruk Membayangi Diri Sendiri

Berikut tema teks khutbah Jumat terbaru untuk shalat Jumat di bulan Ramadhan 2026, bertajuk "Antara Nafsu, Setan, dan Kebiasaan Buruk Membayangi Diri Sendiri".
Jumat, 27 Februari 2026 - 10:39 WIB
Ilustrasi masjid
Sumber :
  • iStockPhoto

Jakarta, tvOnenews.com - Di bulan Ramadhan, umat Islam senantiasa menjalani kewajiban berpuasa. Selain itu, segala perbuatan buruk harus ditinggalkan sejauh-jauhnya.

Namun ada kalanya hawa nafsu, kebiasaan buruk yang menjadi ciri khas perbuatan setan masih sering terjadi di bulan Ramadhan. Hal tersebut tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui teks khutbah Jumat singkat terbaru ini, pembahasan tentang nafsu, setan, dan kebiasaan buruk menjadi topik menarik untuk mengisi kegiatan pelaksanaan shalat Jumat selama bulan Ramadhan 2026.

tvOnenews.com memiliki tujuan membagikan tema tersebut. Walau bersifat singkat, tetapi mempunyai makna mendalam agar tidak terjebak lebih jauh terhadap hawa nafsu hingga kebiasaan buruk selama di bulan Ramadhan.

Teks Khutbah Jumat: Antara Nafsu, Setan, dan Kebiasaan Buruk Membayangi Diri Sendiri di Bulan Ramadhan

Ilustrasi Perbuatan Maksiat
Ilustrasi Perbuatan Maksiat
Sumber :
  • iStockPhoto

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

Sidang Jumat rahimakumullah,

Marilah kita mengucapkan segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berkat-Nya, kita masih bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang paling berkah dipenuhi rahmat dan ampunan-Nya.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena beliau, kita sungguh sangat bersyukur betapa nikmatnya menjalani bulan Ramadhan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam sebuah hadis riwayat, penjelasan tentang setan dibelenggu sangat populer, begini bunyinya:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: "Jika bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelanggu."

Hadis riwayat tersebut berasal dari Imam Muslim dari Yahya bin Ayyub dan Ibnu Hajar. Kemudian, mereka meriwayatkannya dari Ismail bin Ja'far, Abu Suhail, ayahnya, Abu Hurairah, hingga Nabi Muhammad SAW.

Kesahahihan hadis riwayat tersebut tidak perlu diragukan. Tentu hadis riwayat ini berasal dari shahih Imam Muslim Nomor 1079.

Dengan demikian, hadis riwayat tersebut menjadi dasar terhadap keyakinan kita, bahwa Ramadhan sebagai momentum besar dan terbaik bagi kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan menjauhi maksiat.

Saudaraku jemaah shalat Jumat dikaruniai Allah,

Namun realitanya, hadis tersebut hanya sebatas hadis. Kita masih melihat maraknya perbuatan kemaksiatan di bulan Ramadhan.

Perbuatan maksiat tidak hanya berbuat tak senonoh, tetapi memiliki banyak bentuk, antara lain sulit menjaga lisan, pandangan liar, pembunuhan, pemerkosaan, hingga perilaku yang melanggar syariat.

Belakangan ini, banyak kasus yang menjadi pemberitaan nasional. Hal itu terjadi sejak awal Ramadhan hingga sekarang.

Maka dari itu, banyak pertanyaan mengenai hadis riwayat tersebut, "jika setan dibelenggu, mengapa manusia masih berbuat dosa?". Pertanyaan ini sering muncul tetapi menjadi bahan penting bermuhasabah agar istiqomah pada segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Terkait makna "setan dibelenggu", para ulama menegaskan pemahaman ini tidak harus selalu harfiah. Beberapa pendapat lainnya menegaskan setan tidak sepenuhnya hilang.

Setan hanya melemah. Kekuatan maupun pergerakannya sangat terbatas dalam urusan menggoda manusia selama di bulan Ramadhan.

Imam Ibnu Hajar pernah menyampaikan efek kaum Muslimin sibuk dengan ibadah seperti puasa, shalat, dan membaca Al-Quran. Dampaknya tentu mengurangi pengaruh setan di bulan Ramadhan.

Akan tetapi melalui penjelasan ini, peluang maksiat tetap ada. Namun umat Muslim seharusnya sudah jauh mengurangi perbuatan buruknya dibandingkan dengan bulan lainnya.

Kemudian, khatib akan menjelaskan apa saja faktor utama maksiat. Setidaknya ada dua hal yang menjadi pemicu di Ramadhan, yakni nafsu dan kebiasaan buruk.

Para ulama termasuk Ibnu Taimiyyah memaparkan penyebab utama orang mukmin sulit menahan istiqomahnya alias berbuat maksiat di bulan Ramadhan. Pertama, sulit menahan hawa nafsu mereka.

Hawa nafsu tidak ikut dibelenggu. Justru bagian ini menjadi tantangan seberapa jauh orang mukmin kuat menahan nafsu agar terhindar dari segala dosa.

Untuk itu, musuh terbesar manusia adalah diri sendiri. Melalui hawa nafsu, orang mukmin bertugas menjalani pengendalian diri dari perbuatan maksiat yang rentan terjadi khususnya berasal dari godaan eksternal.

Khutbah II

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih pengendalian diri.

Orang mukmin sangat dipersilakan memperbanyak ibadah seperti shalat, tilawah Al-Quran, dan dzikir. Selain itu, marilah kita menjaga lingkungan dan pergaulan guna tidak terjerumus kebiasaan buruk di bulan Ramadhan.

Kemudian, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan. Kemenangan sejati tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan mampu membuat hawa nafsu kalah dalam diri sendiri.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjaga diri dari maksiat dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Penutup Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامَنَا قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.

Artinya: "Ya Allah, jadikan puasa kami seperti puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa, dan shalat kami seperti shalat orang-orang yang benar-benar berdiri, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang bertakwa."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, MUI, Rumaysho, Jurnal UINSU, Yayasan Amal Jariyah Indonesia, dan berbagai sumber lainnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lensa Berbicara: 'Yang Penting Nyawa Selamat' Korban Kebakaran Krendang Barat Ikhlas Hadapi Musibah

Lensa Berbicara: 'Yang Penting Nyawa Selamat' Korban Kebakaran Krendang Barat Ikhlas Hadapi Musibah

Warga Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat masih berupaya bangkit setelah kebakaran yang melanda permukiman mereka pada Kamis kemarin. Pada Jumat (29/5/2026), sejumlah warga tampak mencari sisa-sisa barang yang masih dapat diselamatkan di antara puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Sapa Masyarakat Papua, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terpesona dengan Paras Wanita Jayapura: Cantik Sekali

Sapa Masyarakat Papua, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terpesona dengan Paras Wanita Jayapura: Cantik Sekali

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terpesona dengan kecantikan wanita Jayapura saat kunjungan ke Papua dalam agenda Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III 2026.
Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Selatan

Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Selatan

Seorang wanita berinisial L menggegerkan warga usai ditemukan tewas di sebuah hotel kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/5/2026).
Update Terbaru Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Mengalir ke Mobilisasi Suara untuk Pemilu

Update Terbaru Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Mengalir ke Mobilisasi Suara untuk Pemilu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsoucing di Kabupaten Pekalongan dengan tersangka Fadia Arafiq.
Laporkan Film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya, Ini Alasan Mama Sinta

Laporkan Film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya, Ini Alasan Mama Sinta

Yasinta Moowend atau Mama Sinta didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, pada Jumat (29/5/2026) dalam rangka melaporkan film dokumenter “Pesta Babi” yang menggunakan identitas dirinya tanpa izin.
John Herdman Tak Perlu Panggil Nama Baru, 3 Pemain Ini Bisa Gantikan Jay Idzes yang Dikonfirmasi Absen Bela Timnas Indonesia

John Herdman Tak Perlu Panggil Nama Baru, 3 Pemain Ini Bisa Gantikan Jay Idzes yang Dikonfirmasi Absen Bela Timnas Indonesia

Jay Idzes dikonfirmasi absen saat FIFA Matchday Juni, John Herdman bisa manfaatkan para pemain yang telah dia panggil sebelumnya untuk isi lini pertahanan.

Trending

Update Terbaru Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Mengalir ke Mobilisasi Suara untuk Pemilu

Update Terbaru Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Mengalir ke Mobilisasi Suara untuk Pemilu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsoucing di Kabupaten Pekalongan dengan tersangka Fadia Arafiq.
Lensa Berbicara: 'Yang Penting Nyawa Selamat' Korban Kebakaran Krendang Barat Ikhlas Hadapi Musibah

Lensa Berbicara: 'Yang Penting Nyawa Selamat' Korban Kebakaran Krendang Barat Ikhlas Hadapi Musibah

Warga Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat masih berupaya bangkit setelah kebakaran yang melanda permukiman mereka pada Kamis kemarin. Pada Jumat (29/5/2026), sejumlah warga tampak mencari sisa-sisa barang yang masih dapat diselamatkan di antara puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Sapa Masyarakat Papua, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terpesona dengan Paras Wanita Jayapura: Cantik Sekali

Sapa Masyarakat Papua, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terpesona dengan Paras Wanita Jayapura: Cantik Sekali

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terpesona dengan kecantikan wanita Jayapura saat kunjungan ke Papua dalam agenda Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III 2026.
Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Selatan

Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Selatan

Seorang wanita berinisial L menggegerkan warga usai ditemukan tewas di sebuah hotel kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/5/2026).
Laporkan Film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya, Ini Alasan Mama Sinta

Laporkan Film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya, Ini Alasan Mama Sinta

Yasinta Moowend atau Mama Sinta didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, pada Jumat (29/5/2026) dalam rangka melaporkan film dokumenter “Pesta Babi” yang menggunakan identitas dirinya tanpa izin.
Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Belakangan ini, sebagian publik dikejutkan dengan viralnya di media sosial, terkait jual daging kurban di media sosial. Sontak, insiden itu memicu komentar
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT