Wanita Haid Tetap Bisa Raih Lailatul Qadar, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan
- Freepik
“Allah sembunyikan, tinggal cerdas Anda menghadang Lailatul Qadar, dengan ibadah,” tambah Buya Yahya.
Wanita Haid Tetap Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar
Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa perempuan haid tidak bisa mendapatkan Lailatul Qadar.
Buya Yahya menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.
“Nggak ada malam Lailatul Qadar hanya untuk orang-orang yang suci dari haid. Nggak ada,” tegasnya.
Menurutnya, perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan yang sama selama mereka tetap menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah yang diperbolehkan.
“Orang haid juga boleh dapat Lailatul Qadar, maka hidupkan malam-malam Ramadhan biar pun Anda haid, tetap seperti biasa,” lanjut Buya Yahya.

- Pexels/Thirdman
Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Saat Haid
Meskipun tidak bisa melaksanakan shalat, perempuan yang sedang haid tetap dapat melakukan banyak amalan untuk menghidupkan malam Ramadhan.
Buya Yahya menyarankan agar tetap bangun di tengah malam seperti kebiasaan sebelumnya.
Misalnya, jika biasanya terbiasa shalat tahajud, maka tetap bangun meskipun tidak shalat.
Saat bangun malam tersebut, perempuan bisa melakukan berbagai amalan seperti berdzikir, bershalawat, atau membaca kalimat tauhid sebanyak-banyaknya.
“Libur shalat, adapun bangun malamnya tetap bangun, menyiapkan kopi suami yang lagi shalat, Anda baca dzikir, shalawat, Laila haillallah sebanyak-banyaknya,” ujar Buya Yahya.
Selain itu, membantu suami atau keluarga yang sedang beribadah juga termasuk bentuk kebaikan yang bernilai pahala.
Jangan Memutus Kebiasaan Baik
Buya Yahya juga mengingatkan agar perempuan tidak menjadikan haid sebagai alasan untuk berhenti dari kebiasaan ibadah yang baik.
Menurutnya, kebiasaan baik yang terputus sering kali sulit untuk dimulai kembali.
“Jadi ibadah yang boleh Anda lakukan, termasuk bukan hanya Ramadhan saja. Karena kebiasaan baik itu kalau diputus, apalagi haid Anda haid yang panjang 13 hari, itu dijamin kebiasaan baiknya berubah,” jelasnya.
Ia mencontohkan seseorang yang biasanya bangun malam untuk tahajud bisa saja menjadi malas jika kebiasaan tersebut berhenti terlalu lama.
“Bangun jam 3, biar pun haid, ibadah di tengah malam tidak hanya untuk orang suci. Ibadah dengan dzikir dan sebagainya,” kata Buya Yahya.
Load more