Teks Khutbah Idul Fitri 2026: Saling Memaafkan dan Menjaga Silaturahmi
- Pexels/Mohamad Tamer
Artinya: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan (rezeki) di antara kamu bersumpah (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(-nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat yang mengajarkan bahwa memaafkan adalah kunci kebersihan hati. Tanpa memaafkan, hati akan tetap terbebani oleh dendam dan kebencian.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sering kali yang membuat hubungan rusak bukan kesalahan besar, tetapi hal-hal kecil yang dibiarkan menumpuk: ucapan yang menyakitkan, sikap yang kurang berkenan, atau prasangka yang tidak diklarifikasi.
- Pexels/Mohamad Tamer
Maka Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk menghapus semua itu.
Mari kita dengan tulus mengucapkan:
“Mohon maaf lahir dan batin.”
Bukan sekadar ucapan di bibir, tetapi diiringi niat yang sungguh-sungguh untuk memaafkan dan memperbaiki hubungan.
Selain itu, Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan memberikan kekayaan dalam hatinya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR. Tirmidzi).
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Jamaah Idul Fitri yang berbahagia,
Setelah kita menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri, mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri.
Jagalah silaturahmi, bukan hanya di hari ini, tetapi sepanjang waktu. Jangan sampai setelah Idul Fitri, hubungan kembali renggang, komunikasi terputus, dan kepedulian hilang.
Di era sekarang, menjaga silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara—bertemu langsung, saling mengunjungi, atau bahkan melalui pesan dan doa. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesinambungan.
Mari kita hindari sikap egois, sombong, dan enggan meminta maaf. Sebab orang yang mulia adalah yang mau merendahkan hati demi menjaga persaudaraan.
Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami’ul ‘Alim. Wa tub ‘alaina innaka Antat-Tawwabur Rahim.
Load more