Teks Khutbah Idul Fitri 2026: Saling Memaafkan dan Menjaga Silaturahmi
- Pexels/Mohamad Tamer
Jakarta tvonenews.com- Teks Khutbah kali ini membahas keistimewaan menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H dengan tetap berjabat tangan.
Tidak hanya saling memaafkan. Tetapi dalam teks khutbah idul fitri ini, umat muslim juga diingatkan untuk selalu menjaga silaturahmi.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Dialah yang mempertemukan kita dengan bulan Ramadan, dan memberi kekuatan untuk menjalankan ibadah hingga akhirnya kita sampai pada hari kemenangan, Idul Fitri.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,
Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan. Hari di mana kita kembali kepada fitrah jiwa yang suci setelah ditempa dengan ibadah selama Ramadan. Namun, kesucian itu tidak hanya ditentukan oleh hubungan kita dengan Allah, tetapi juga oleh hubungan kita dengan sesama manusia.
Karena itu, di hari yang mulia ini, kita diajak untuk saling memaafkan dan menjaga silaturahmi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢٢
wa lâ ya'tali ulul-fadlli mingkum was-sa‘ati ay yu'tû ulil-qurbâ wal-masâkîna wal-muhâjirîna fî sabîlillâhi walya‘fû walyashfaḫû, alâ tuḫibbûna ay yaghfirallâhu lakum, wallâhu ghafûrur raḫîm
Artinya: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan (rezeki) di antara kamu bersumpah (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(-nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat yang mengajarkan bahwa memaafkan adalah kunci kebersihan hati. Tanpa memaafkan, hati akan tetap terbebani oleh dendam dan kebencian.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sering kali yang membuat hubungan rusak bukan kesalahan besar, tetapi hal-hal kecil yang dibiarkan menumpuk: ucapan yang menyakitkan, sikap yang kurang berkenan, atau prasangka yang tidak diklarifikasi.
- Pexels/Mohamad Tamer
Maka Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk menghapus semua itu.
Mari kita dengan tulus mengucapkan:
“Mohon maaf lahir dan batin.”
Bukan sekadar ucapan di bibir, tetapi diiringi niat yang sungguh-sungguh untuk memaafkan dan memperbaiki hubungan.
Selain itu, Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan memberikan kekayaan dalam hatinya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR. Tirmidzi).
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Jamaah Idul Fitri yang berbahagia,
Setelah kita menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri, mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri.
Jagalah silaturahmi, bukan hanya di hari ini, tetapi sepanjang waktu. Jangan sampai setelah Idul Fitri, hubungan kembali renggang, komunikasi terputus, dan kepedulian hilang.
Di era sekarang, menjaga silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara—bertemu langsung, saling mengunjungi, atau bahkan melalui pesan dan doa. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesinambungan.
Mari kita hindari sikap egois, sombong, dan enggan meminta maaf. Sebab orang yang mulia adalah yang mau merendahkan hati demi menjaga persaudaraan.
Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami’ul ‘Alim. Wa tub ‘alaina innaka Antat-Tawwabur Rahim.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Load more