Hukum Sengaja Meninggalkan Khutbah Shalat Idul Fitri, Sebenarnya Dosa atau Tidak?
- iStockPhoto
"Aku hadir bersama Nabi SAW pada shalat hari raya, ketika shalat selesai beliau SAW bersabda, 'Kami akan berkhutbah, bagi yang ingin mendengarkan, silakan mendengarkan. Namun bagi yang ingin pergi, silakan pergi'." (HR Ibnu Majah)
Dilansir dari Antara, dalam hadis lainnya yang menyangkut hukum tidak mendengarkan khutbah Ied, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya kami akan menyampaikan khutbah. Barang siapa yang ingin tetap duduk mendengarkan khutbah, maka dipersilakan, dan siapa yang memililh pergi, dipersilakan pula'." (HR. Abu Daud)
Dalam beberapa hadis tersebut sudah sangat jelas, agama Islam memberikan kelonggaran atau rukhsah untuk umat Muslim.
Lantas, bagaimana nasib hasil pelaksanaan shalat Ied yang dikerjakan sebelumnya? Para ulama bahkan menyepakati ibadah shalatnya tetap sah dan mendapatkan keistimewaan meski meninggalkan maupun tidak mendengar khutbah.
Mengacu dari pendapat Imam An-Nawawi, khutbah Ied tidak bersifat wajib untuk dihadiri oleh jemaah. Sementara, dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah menegaskan, khutbah Ied masuk bagian amalan sunnah sehingga jika ditinggalkan maka tidak berdosa.
Dilansir dari NU Online, Imam An-nawawi dalam Raudhatut Thalibin wa Umdatul, beliau berkata:
وانه لو تركها صحت صلاته فإذا قلنا بالمذهب فصلاها المنفرد لم يخطب علي المذهب الصحيح المشهور وبه قطع الجمهور
Artinya: "Jika seseorang meninggalkan khutbah, maka shalat idul fitri-nya tetap sah. Jika kami mengatakan berdasarkan ini mazhab, maka seseorang dapat melakukan shalat idul fitri sendiri tanpa berkhutbah menurut mazhab shahih masyhur. Pandangan ini diputuskan oleh jumhur ulama."
Walau tidak wajib, para ulama lebih mengarahkan agar para jemaah tetap mengikuti dan mendengar khutbah Ied. Di dalam sesi ini, terdapat sarana edukasi dan bagian dari syiar agama Islam.
Dengan mendengarkan nasihat dari materi ceramah khutbah Ied, umat Muslim berupaya untuk menyempurnakan ibadahnya dan menjaga adab maupun etika dalam majelis ilmu. Bagi yang mendengarkan khutbah, tentu sebagai bukti jemaah memberikan penghormatan kepada imam demi menjaga kekhusyukan kenikmatan momentum Hari Raya Idul Fitri.
(ant/mii/hap)
Load more