News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memang Wajib Adakan Pesta atau Syukuran Saat Anak Sunatan? Ustaz Khalid Basalamah Beri Penjelasan

Apakah wajib menggelar pesta saat anak sunatan atau khitanan? Ustaz Khalid Basalamah jelaskan hukum khitan dalam Islam dan waktu terbaik melakukannya.
Sabtu, 4 April 2026 - 12:37 WIB
Ustaz Khalid Basalamah
Sumber :
  • YouTube/khalidbasalamah

tvOnenews.com - Tradisi mengadakan pesta atau syukuran saat anak sudah sunatan atau khitan masih banyak ditemui di masyarakat Indonesia.

Mulai dari acara sederhana hingga pesta besar dengan hiburan, tradisi ini seakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari momen khitan. Namun, apakah sebenarnya hal tersebut diwajibkan dalam Islam?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat, terutama bagi orang tua yang ingin menjalankan syariat dengan benar tanpa terbebani oleh tuntutan sosial.

Menanggapi hal ini, Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasan yang cukup tegas mengenai hukum pesta sunatan.

Menurutnya, dalam ajaran Islam, khitan atau sunat memang merupakan kewajiban, khususnya bagi laki-laki.

Namun, tidak ada perintah khusus yang mewajibkan adanya perayaan atau syukuran setelahnya.

“Tidak ada syukuran, khitan itu adalah wajib untuk dikhitan tapi tidak ada perintah untuk mengiklankannya,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Ia menegaskan bahwa pada masa para sahabat Nabi, proses khitan dilakukan secara sederhana tanpa harus diumumkan atau dirayakan secara besar-besaran.

Hal ini berbeda dengan pernikahan yang memang dianjurkan untuk diumumkan kepada masyarakat luas.

“Para sahabat kalau khitan anaknya, khitan saja. Tidak perlu buat acara. Khitan itu bukan sesuatu yang harus diiklankan. Beda kalau menikah, memang diperintahkan untuk mengiklankan,” jelasnya.

Fenomena pesta sunatan yang meriah, menurutnya, lebih merupakan budaya atau tradisi masyarakat yang berkembang seiring waktu, bukan bagian dari ajaran agama yang bersifat wajib.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu merasa terbebani jika tidak mengadakan acara tersebut.

Ia juga menyoroti bahwa tujuan utama dari khitan adalah menjalankan kewajiban agama dan menjaga kebersihan serta kesehatan, bukan untuk mendapatkan pengakuan sosial.

Selain membahas soal pesta, Ustaz Khalid juga menjelaskan mengenai waktu terbaik untuk melakukan khitan.

Menurutnya, khitan dapat dilakukan kapan saja, selama kondisi anak memungkinkan.

Namun, ia secara pribadi menganjurkan agar khitan dilakukan sejak usia dini, bahkan sejak bayi. Hal ini dinilai memiliki berbagai keuntungan, baik dari sisi medis maupun psikologis.

“Kalau anak saya, saya khitan dari bayi. Dan alhamdulillah sangat baik. Di zaman Nabi SAW juga bayi biasanya baru lahir sudah dikhitan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa bayi cenderung tidak merasakan rasa sakit sebesar anak yang sudah lebih besar atau bahkan orang dewasa.

Selain itu, proses penyembuhan juga biasanya lebih cepat.

Tidak hanya itu, berdasarkan sejumlah pengamatan, anak yang dikhitan sejak bayi disebut memiliki pertumbuhan fisik dan mental yang lebih baik.

Meski demikian, keputusan tetap kembali kepada orang tua dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah masyarakat modern, penting untuk membedakan antara ajaran agama dan tradisi budaya.

Pesta sunatan bisa saja dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atau kebahagiaan keluarga, namun tidak boleh dianggap sebagai kewajiban. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga minyak berpotensi tertekan seiring target Indonesia stop impor BBM. Prabowo genjot listrik 100 GW dan tutup PLTD demi efisiensi energi.
Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT