Resah Jadi Pengangguran? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Amalan Kunci Pembuka Pintu Rezeki
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Jakarta, tvOnenews.com - Pengangguran sering kali menjadi pemicu stres, kecemasan hingga kehilangan rasa percaya diri. Di tengah sulitnya lapangan kerja, banyak yang mengkhawatirkan nasib rezeki.
Jika mengacu pada perspektif Islam, kondisi pengangguran sebagai bagian ujian hidup. Umat Muslim tengah diuji seberapa jauh kesabaran dan tawakalnya di tengah kesulitan rezeki.
Pendakwah kondang, Ustaz Adi Hidayat justru berpacu pada perspektif spiritual. Cara ini menjadi langkah menenangkan hati agar pintu rezeki kembali terbuka lebar.
Dalam suatu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat membagikan amalan sunnah yang wajib dikerjakan dalam sehari-hari, terutama bagi mereka sedang diterpa kesulitan rezeki dan berjuang mencari pekerjaan.
"Apabila Anda ingin lebih cepat lagi, meski belum keluar rezekinya, itu suduah disiapkan kok," katanya dinukil tvOnenews.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (24/4/2026).
UAH sapaan akrabnya pun memperkuat pernyataannya. Ia mengingatkan sejatinya rezeki telah ditetapkan oleh Allah SWT. Hal ini tertuang dalam Surat Hud Ayat 6, Allah SWT berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)." (QS. Hud, 11:6)
Walau begitu, UAH menekankan setiap manusia tetap harus melakukan ikhtiar dan tawakal. Setidaknya untuk meraih rezeki, bisa melewati usaha hingga pendekatan ibadah.
Kenapa Ustaz Adi Hidayat Sarankan Usaha dan Ibadah?
Ia menjelaskan alasannya. Keseimbangan usaha dan ibadah sebagai faktor utama manusia bisa memperoleh rezeki. Ia mempercayai tidak semua orang beruntung terhadap keberkahan hidupnya.
Ia menuturkan, ada manusia yang sudah kelimpahan rezeki sejak lahir. Ada juga yang harus butuh berjuang untuk membuka jalan rezekinya.
Terkait hal ini, Direktur Quantum Akhyar Institute itu menekankan agar bagi mereka yang sedang berjuang melakukan shalat Tahajud. Ibadah ini sebagai amalan sunnah berikhtiar mendapat rezeki dari Allah SWT.
Ia mencontohkan bentuk ikhtiar yang digambarkan dari shalat Tahajud. Ibadah ini menunjukkan seseorang memperkuat spiritual kepada Allah SWT.
"Jika Anda mempraktekkan ini dalam kehidupan, maka MasyaAllah, rezeki akan mudah didapatkan oleh kita," terangnya.
Keutamaan Besar Shalat Tahajud Versi UAH
UAH membeberkan sejumlah keutamaan besar dari shalat Tahajud. Ibadah yang dilakukan di sepertiga malam sebagai bentuk hamba yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keistimewaan shalat Tahajud telah tercantum dalam dalil Al-Quran. Melalui Surat Al-Isra Ayat 79, Allah SWT berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah shalat Tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra, 17:79)
Di balik keutamaan besarnya, ia mengingatkan jangan sampai shalat Tahajud menjadi alasan melupakan kewajiban utamanya. Ia menegaskan, shalat lima waktu adalah fondasi utamanya.
Menurutnya, amalan sunnah adalah urusan kedua. Ia mengambil sebuah hadis riwayat tentang keutamaan agar seorang hamba sering memperbanyak sujud kepada Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:
"Hendaknya engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena engkau tidak sujud kepada Allah satu kali, melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan dari dirimu." (HR. Muslim)
Ia mengambil kisah dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Sesibuknya mereka, para sahabat masih menjaga ibadah shalat lima waktu secara berjamaah dan berupaya mengerjakan ibadah sunnah di malam hari.
"Sahabat-sahabat mulia, kayanya luar biasa, shalat dikerjakan 5 waktu di masjid, malamnya masih Tahajud, dan indah karena meningkatkan takwa kepada Allah SWT," paparnya.
Ia kembali menyinggung tentang pengangguran. Sebab, mereka terlalu fokus pada persoalan pekerjaan.
Ia berpendapat fenomena seperti ini dinilai sebagai salah satu kesalahan yang selalu terjadi hingga sekarang. Akibatnya, mereka rentan melupakan ibadah.
Keberhasilan dalam pandangan agama Islam tidak mengacu pada kerja keras dan pekerjaan. Ia mengingatkan pencapaian ini dapat diraih melalui keimanan dan ketakwaan.
"Bagaimana cara meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT? Itu ada 115 kali penyebutannya dalam Al-Quran," sebutnya.
Dalam penutup ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat mengambil dalil Al-Quran melalui Surat An-Najm Ayat 39. Tafsir ayat ini menjadi pengingat bahwa hasil tetap bergantung pada usahanya.
(hap)
Load more