Ikut Tren Arisan Kurban Sebenarnya Sah atau Tidak dalam agama Islam? Begini Hukumnya Kata Buya Yahya
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Biasanya komitmen ini berdasarkan untuk meringankan kebutuhan pengeluaran bagi peserta yang ingin membeli hewan kurban. Artinya, arisan memberikan makna setiap peserta akan membeli hewan usai mendapat undian di tahun tertentu.
"Saya arisan kurban setiap bulan kita mengumpulkan uang Rp100 ribu, tahu-tahunya Rp100 ribu dikalikan 10 orang bisa dapat Rp12 juta dalam setahun," jelasnya.
"Bagaimana setelah akhir tahun menjelang Hari Raya (Idul Adha)? Beli dua kambing misalkan, lalu diberikan kepada dua anggota. Besok terus menabung lagi arisan lagi buat dikumpulkan lagi, baru nanti tahun berikutnya beli dua lagi, sah yang demikian itu," sambungnya.
Buya Yahya menyayangkan fenomena ini sering disalahpahami, khususnya bagi peserta yang sudah mendapat jatah berkurban. Kebanyakan dari mereka pilih berhenti patungan setelah memenuhi hajatnya.
"Cuma yang tidak boleh adalah menganggap sudah selesai kurban saya dengan ini, oh itu enggak bisa," tegasnya.
Lantas, bagaimana hukum bagi yang hanya membantu peserta lainnya melalui sistem arisan dan tidak berkurban? Buya Yahya justru mengatakan, hal ini sebagai salah satu cara mendapat pahala.
"Anda belum berkurban tapi Anda telah membantu temanmu berkurban, Anda justru dapat pahala bantu dia," sebutnya.
Ia berpendapat cara seperti ini sebagai upaya membantu fakir miskin. Biasanya fenomena tersebut dilakukan oleh orang yang sudah mampu dari segi perekonomian.
"Anda yang kaya raya boleh kok ikut-ikutan sama orang fakir buat ikut arisan biar semangat mereka, itu boleh. Hanya ingin menjadikan mereka bersemangat jangan sampai plong-plongan banget, enggak ada kambing, enggak ada sapi, itu boleh," paparnya.
Kata dia, hal ini juga masuk apda aspek patungan kurban. Menurutnya, cara tersebut sebagai upaya untuk mendidik anak-anak di sekolah mengenai betapa pentingnya berkurban.
"Kalau suruh mereka membeli atau menyembelih kambing satu-satu ya enggak bisa mereka, paling nggak mereka punya kesadaran untuk patungan, jatuhnya adalah menyembelih kambing. Untuk disebut sebagai kurban, bukan masuk kurban karena tidak dimiliki satu orang, tapi menjadi sedekah yang besar pahalanya di Hari Raya," pungkasnya.
Load more