Amalan Khusus Hari Arafah, Apa Saja? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Rekomendasi Terbaiknya
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menegaskan, amalan-amalan di Hari Arafah sebagai cara meningkatkan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
"Jadi, perkara iman itu nomor satu ya. Iman itu yang menjadikan semua amal punya nilai di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Iman itu juga pokok dasar dari segala sesuatu. Jadi, apabila ada yang paling utama yaitu iman, termasuk ilmu. Ilmu tanpa iman juga tidak membawa keberkahan," bebernya.
Lebih lanjut, UAH membagikan amalan lainnya yang tidak kalah penting di tanggal 9 Zulhijah. Ia menekankan puasa Arafah.
"Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa di hari Arafah. Tentu ini mengacu pada yang tidak menunaikan ibadah haji. Bagi yang haji itu fokus untuk wukuf ya kontemplasi memperbaiki diri," jelasnya.
Merujuk dari Muslim.or.id, hadis riwayat dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR. Muslim Nomor 1162)
"Ini puasa istimewa. Puasa di hari ke-9 Zulhijah ini fadilahnya, keutamaannya, teman-teman sekalian satu berpotensi memberikan perisai, perlindungan dari perbuatan-perbuatan dosa yang mungkin dikerjakan setahun kemudian," ucapnya.
Kendati demikian, UAH meminta kesimpulan dari keistimewaan puasa ini jangan disalah artikan. Kebanyakan orang mukmin berpendapat bagi yang puasa Arafah menjadi keuntungan bahwa mereka tidak akan mendapat dosa di tahun berikutnya.
"Itu kesimpulan yang keliru ya. Yang dimaksudkan adalah puasa Arafah ini puasa istimewa. Karena saat dikerjakan dengan benar, ada satu perisai yang akan diberikan oleh Allah kepada kita," katanya.
Ia menegaskan, keistimewaan puasa Arafah sebagai perisan dari potensi maksiat. Maka dari itu, UAH menegaskan penunaian ibadah puasa ini bisa menggugurkan dosa pada setahun sebelumnya.
Kemudian, UAH mengambil dari para ulama yang memberikan satu gambaran amalan di hari mulia ini, yakni memperbanyak zikir. Setidaknya bisa membaca dari ba'da Ashar sampai menjelang Maghrib.
Selain itu, UAH menyarankan agar orang mukmin bisa memperbanyak kalimat tauhid. Ia menginginkan umat Muslim di Indonesia memanfaatkan momen ini agar mendapat banyak keutamaan dari Allah SWT.
Load more