Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum
- iStockPhoto
tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Agamara Republik Indonesia telah menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Shalat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilaksanakan umat Islam setiap 10 Dzulhijjah sebelum penyembelihan hewan kurban.
Shalat hari raya ini dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di lapangan terbuka, dan memiliki tata cara yang sedikit berbeda dengan shalat pada umumnya.
Salah satu perbedaan utama dalam shalat Idul Adha terletak pada jumlah takbir tambahan di rakaat pertama dan kedua.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan mendengarkan khutbah setelah shalat selesai sebagai bagian dari rangkaian ibadah hari raya.
Berikut bacaan niat dan tata cara shalat Idul Adha untuk makmum yang dapat dijadikan panduan.
- Freepik/rawpixel.com
Bacaan Niat Shalat Idul Adha untuk Makmum
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــــــالَى
Latin: Ushallii sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta'alaa.
Artinya: "Aku berniat shalat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta'ala."
Tata Cara Shalat Idul Adha
Tata cara shalat Idul Adha berikut dikutip dari NU Online dan umum dipraktikkan oleh umat Islam di Indonesia.
1. Membaca Niat
Shalat Idul Adha dimulai dengan membaca niat di dalam hati sesuai posisi sebagai imam atau makmum.
2. Takbiratul Ihram dan Takbir Tambahan
Setelah niat, jamaah melakukan takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Kemudian membaca doa iftitah.
Setelah itu, pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir dianjurkan membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
atau
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
3. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-A’la
Setelah takbir tambahan selesai, imam membaca surah Al-Fatihah. Kemudian dianjurkan membaca surah Al-A’la pada rakaat pertama.
4. Melanjutkan Gerakan Shalat Seperti Biasa
Selanjutnya jamaah melaksanakan ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua sebagaimana tata cara shalat pada umumnya.
5. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua
Saat berdiri di rakaat kedua, disunnahkan membaca takbir tambahan sebanyak lima kali. Di antara takbir tersebut dianjurkan membaca bacaan tasbih dan tahmid seperti pada rakaat pertama.
6. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ghasyiyah
Setelah takbir tambahan pada rakaat kedua, imam membaca surah Al-Fatihah dan dianjurkan melanjutkan dengan membaca surah Al-Ghasyiyah.
7. Menyelesaikan Shalat hingga Salam
Setelah bacaan surah selesai, shalat dilanjutkan dengan ruku’, sujud, tahiyat, hingga salam sebagaimana shalat biasa.
8. Mendengarkan Khutbah Idul Adha
Usai shalat, jamaah dianjurkan tetap duduk dan mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan khatib. Khutbah ini biasanya berisi pesan ketakwaan, makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS, serta keutamaan ibadah kurban.
Dengan memahami tata cara shalat Idul Adha, umat Muslim diharapkan dapat melaksanakan ibadah hari raya dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Selain menjadi momen ibadah, Idul Adha juga menjadi waktu untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. (gwn)
Load more