Kapan Hari Tasyrik 2026? Larangan Puasa Bagi Umat Muslim, Ini Jadwalnya
- Antara
tvOnenews.com - Setelah perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam akan memasuki hari-hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pada momen ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, dzikir, dan menikmati hidangan dari daging kurban bersama keluarga maupun kerabat.
Pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, Hari Tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Jika dikonversikan ke kalender Masehi, Hari Tasyrik 2026 jatuh pada:
Kamis, 28 Mei 2026
Jumat, 29 Mei 2026
Sabtu, 30 Mei 2026
Dilansir dari laman MUI, hari Tasyrik memiliki makna khusus dalam Islam. Kata tasyrik atau tasyriq berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu.
- Pixabay
Istilah ini juga berkaitan dengan aktivitas menghadap ke arah timur, yakni arah datangnya sinar matahari.
Dalam kitab Lisan al-Arab karya Syekh Ibnu Manzur, disebutkan bahwa terdapat beberapa pendapat ulama mengenai asal-usul penamaan Hari Tasyrik.
Pendapat pertama menyebutkan bahwa hari Tasyrik berkaitan dengan kebiasaan umat Islam pada masa dahulu yang menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng agar lebih awet.
Pada zaman Rasulullah SAW, masyarakat belum mengenal teknologi pendingin seperti kulkas.
Karena itu, daging kurban yang melimpah biasanya diawetkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari agar bisa disimpan lebih lama dan menjadi persediaan makanan.
Pendapat kedua menyebutkan bahwa istilah Tasyrik berkaitan dengan waktu pelaksanaan penyembelihan kurban yang dilakukan setelah matahari terbit.
Di hari Tasyrik, umat Islam diperbolehkan melakukan berbagai amalan ibadah.
Namun ada satu larangan yang perlu diperhatikan, yakni larangan berpuasa.
- Pexels/ Gül Işık
Larangan puasa pada Hari Tasyrik dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.
Sebab, hari-hari tersebut merupakan waktu untuk makan, minum, dan menikmati rezeki dari Allah SWT, termasuk hidangan daging kurban.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: ‘Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.’” (HR. Bukhari, no. 1859)
Selain itu, terdapat pula hadis lain yang menjelaskan keistimewaan Hari Tasyrik sebagai hari raya umat Islam.
“Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.’” (HR. An-Nasa’i, no. 2954)
Karena itu, umat Muslim dianjurkan memanfaatkan Hari Tasyrik dengan memperbanyak rasa syukur, berbagi makanan, bersilaturahmi, dan menikmati hidangan bersama keluarga.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Quran:
“Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!” (QS. Al-Kautsar ayat 2)
Melalui momen hari Tasyrik, umat Islam diingatkan untuk terus menjaga semangat berbagi dan mempererat kebersamaan setelah pelaksanaan ibadah kurban di Hari Raya Idul Adha. (gwn)
Load more