Adakah Puasa Sunnah Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah? Simak Penjelasan Buya Yahya
- Pexels/ Gül Işık
tvOnenews.com - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah akan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Momen pergantian tahun Hijriah ini sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berdoa, serta melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.
Di tengah semangat menyambut 1 Muharram, tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya mengenai amalan puasa pada akhir tahun dan awal tahun Hijriah.
Sebagian bahkan meyakini adanya puasa khusus yang dilakukan pada penghujung tahun lama dan awal tahun baru Islam.
Lantas, benarkah ada puasa sunnah akhir tahun dan awal tahun Hijriah?
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak terdapat tuntunan khusus mengenai puasa sunnah akhir tahun maupun awal tahun Hijriah.
“Tidak ada puasa di akhir tahun dan di awal tahun,” ujar Buya Yahya, dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV.
Meski demikian, beliau menegaskan bahwa berpuasa pada hari-hari tersebut bukanlah sesuatu yang terlarang.
Sebab, pada dasarnya umat Islam diperbolehkan berpuasa hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang memang diharamkan untuk berpuasa.
“Cuma puasa di akhir tahun dan di awal tahun bukan sesuatu yang dilarang. Sebab, sehari-hari boleh berpuasa, kecuali lima hari. Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Idul Fitri, dan tiga hari tasyrik,” jelasnya.
Artinya, seseorang tetap boleh berpuasa ketika memasuki pergantian tahun Hijriah.
Namun, puasa tersebut tidak bisa dianggap sebagai ibadah khusus yang memiliki keutamaan tertentu karena tidak ada dalil yang secara khusus menetapkannya.
- Pixabay/openclipart-vectors
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa bagi perempuan yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, momen pergantian tahun bisa dimanfaatkan untuk mulai melunasi kewajiban tersebut.
“Terutama buat perempuan yang punya utang puasa Ramadhan itu, bayar utangnya,” katanya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa keutamaan berpuasa justru terdapat pada bulan Muharram yang merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam.
Setelah memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah puasa sunnah karena bulan tersebut termasuk dalam bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT.
“Akan tetapi kalau sudah masuk bulan Muharram, bulan yang dimuliakan oleh Allah. Kalau sudah masuk bulan Muharram, sunnah,” tutur Buya Yahya.
Menurutnya, anjuran berpuasa di bulan Muharram bersifat umum dan tidak terbatas pada tanggal tertentu di awal tahun saja.
Karena itu, umat Islam dapat memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan demikian, tidak ada amalan puasa yang secara khusus disebut sebagai puasa akhir tahun atau puasa awal tahun Hijriah.
Namun, berpuasa tetap diperbolehkan selama tidak bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan, terlebih ketika memasuki bulan Muharram yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. (gwn)
Load more