Maulid Nabi Boleh Dirayakan atau Tidak? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menjadi perhatian umat Islam setiap memasuki bulan Rabiul Awal.
Momentum ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian, pembacaan sholawat, hingga ceramah yang mengajak umat untuk mengenal dan meneladani Rasulullah SAW.
Namun, di tengah tradisi tersebut, masih muncul pertanyaan mengenai hukum merayakan Maulid Nabi.
Apakah merayakan peringatan kelahiran Rasulullah SAW diperbolehkan dalam Islam?
Ustaz Adi Hidayat pernah memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dalam salah satu kajiannya.
Ia menekankan bahwa yang perlu diperhatikan bukan sekadar momentum kelahiran Nabi, melainkan bagaimana umat Islam menyikapi dan mengisi momentum tersebut.
- YouTube/Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat Jelaskan soal Hukum Maulid Nabi
Menurut Ustaz Adi Hidayat, kelahiran seseorang pada dasarnya tidak dapat diberikan label hukum tertentu. Sebab, kelahiran merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT.
"Apa hukumnya Maulid Nabi? Maulid Nabi nggak ada hukumnya, karena waktu lahirnya Nabi. Bagaimana kita bisa melekatkan hukum pada waktu lahirnya Nabi, lahir ya lahir," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ia kemudian menjelaskan bahwa hukum dalam Islam berkaitan dengan perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar.
"Hukum itu terletak pada perbuatan seseorang bukan pada kelahiran seseorang. Ketika dia berbuat dengan aspek kesadarannya maka muncul hukum di situ. Hukum terletak pada perbuatan, bukan terletak pada benda dan bukan terletak pada waktu," jelasnya.
Dengan demikian, menurut penjelasan tersebut, persoalan yang perlu diperhatikan adalah kegiatan atau bentuk ekspresi yang dilakukan ketika memperingati momentum Maulid Nabi.
Bukan Kelahirannya yang Dinilai, tetapi Cara Menyikapinya
Ustaz Adi Hidayat kembali menegaskan bahwa hari kelahiran seseorang tidak dengan sendirinya memiliki hukum tertentu. Hukum baru berkaitan dengan tindakan yang dilakukan dalam menyikapi momentum tersebut.
"Jadi bagaimana menyikapi hari kelahiran itu. Itu poinnya. Ketika ada perbuatan yang melekat kepadanya maka di situ ada hukum," ujarnya.
Karena itu, menurutnya, umat Islam perlu melihat terlebih dahulu kegiatan apa yang dilakukan ketika memperingati Maulid Nabi.
Jika kegiatan tersebut diisi dengan hal-hal yang sesuai dengan ajaran Islam, maka persoalannya perlu dilihat dari bentuk amal yang dikerjakan.
Load more