Maulid Nabi Boleh Dirayakan atau Tidak? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI/ChatGPT
"Tapi kalau ada momentum bersamaan dengan hari kelahiran Nabi SAW kemudian kita hidupkan untuk lebih mengenal Nabi dalam bentuk sunnah itu tidak masalah," lanjutnya.
Hindari Kegiatan yang Bertentangan dengan Ajaran Islam
Penjelasan Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya melihat substansi kegiatan dalam memperingati Maulid Nabi.
Momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, selama pelaksanaannya tidak diisi dengan perbuatan yang bertentangan dengan Al-Quran dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Yang masalah itu menghadirkan hal-hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan ajaran Nabi SAW," pungkasnya.
Dengan demikian, bagi umat Islam yang memperingati Maulid Nabi, momentum tersebut dapat diarahkan untuk memperbanyak sholawat, mempelajari sirah Nabi, mendalami sunnah, bersedekah, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pada 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H disebut jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan hanya melalui perayaan, tetapi juga dengan berusaha mengikuti keteladanan dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. (gwn)
Load more