Orang Meninggal karena Bencana Alam Apakah Termasuk Mati Syahid? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
- Pexels/GEORGE DESIPRIS
Niat Menjadi Hal Penting dalam Setiap Perbuatan
Sebaliknya, Ustaz Abdul Somad memberikan contoh berbeda mengenai seseorang yang melakukan perjalanan dengan niat buruk.
"Yang berangkat dari Pekanbaru mau selingkuh, mati juga, mati konyol. Sesuai dengan niatnya, niatnya mau apa," ucap UAS.
Penjelasan tersebut menegaskan pentingnya niat dalam setiap perbuatan. Sebab, seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang tampak secara lahiriah, tetapi juga dari tujuan yang ada di dalam hatinya.
Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk membiasakan diri meluruskan niat sebelum melakukan aktivitas, termasuk ketika hendak bepergian, bekerja, menuntut ilmu, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.
Biasakan Mengawali Aktivitas dengan Niat Baik
Menurut Ustaz Abdul Somad, menjaga niat baik seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap aktivitas dapat diawali dengan niat yang baik dan doa kepada Allah SWT.
Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan agar seorang Muslim membiasakan diri memulai langkah dengan mengingat Allah.
"Makanya kita selalu disuruh niat baik, berangkat dari rumah, langkah dengan kaki kanan, Bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil lliyil adzim," tutupnya.
Dari penjelasan Ustaz Abdul Somad, meninggal akibat musibah atau bencana alam dapat termasuk dalam keadaan yang memiliki keutamaan syahid.
Namun, sebagai manusia, kita juga perlu memahami bahwa penilaian akhir atas seseorang merupakan hak Allah SWT.
Karena itu, pelajaran penting yang dapat diambil adalah selalu menjaga niat, memperbaiki tujuan dalam setiap aktivitas, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
Dengan membiasakan niat baik dan mengawali aktivitas dengan doa, seorang Muslim diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan tujuan yang lebih baik dan senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. (gwn)
Load more