Apa Itu Istitha’ah Kesehatan Haji? Syarat Penting yang Diperketat Kemenhaj untuk Jemaah 2027
- Ilustrasi AI Gemini
Karena itu, calon jemaah sebaiknya tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi penyakit, mengendalikan kondisi medis yang sudah ada, serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan sebelum keberangkatan.
Istitha’ah Haji dalam Al-Quran
Kewajiban haji bagi umat Islam yang mampu ditegaskan dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 97. Allah SWT berfirman:
وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa ibadah haji diwajibkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan tersedianya biaya perjalanan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi yang memungkinkan seseorang menunaikan ibadah dengan aman.
Oleh sebab itu, pemeriksaan istitha’ah kesehatan menjadi bagian penting dari persiapan haji. Tujuannya bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan juga melindungi keselamatan jemaah agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan lebih aman.
Aspek yang Dinilai dalam Istitha’ah Haji
Ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
1. Kesehatan fisik dan mental
Calon jemaah perlu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh, riwayat penyakit, serta kemampuan menjalankan rangkaian ibadah. Kondisi mental juga perlu diperhatikan agar jemaah dapat mengikuti perjalanan dan melaksanakan ibadah dengan baik.
2. Kemampuan finansial
Calon jemaah harus memiliki kemampuan membiayai perjalanan ibadah haji sekaligus memperhatikan kebutuhan pokok keluarga yang ditinggalkan. Kemampuan finansial juga perlu disiapkan agar kebutuhan selama persiapan dan perjalanan dapat terpenuhi.
Load more