Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Kisah Orang Miskin yang Menolak Emas, Pesannya Bikin Haru: Yakinlah kepada Allah
- Tangkapan Layar YouTube Khalid Basalamah Official
Betapa terkejutnya ia ketika membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sekitar 1.000 keping dinar emas.
Bagi orang yang hidup dalam kemiskinan, temuan tersebut tentu menjadi godaan yang sangat besar.
Dengan mengambil satu keping saja, ia sebenarnya sudah bisa membeli makanan untuk keluarganya.
Namun, laki-laki tua itu memilih tidak menyentuh satu pun emas tersebut karena menyadari bahwa benda itu bukan miliknya.
Ia kemudian membawa kotak tersebut pulang dan menyimpannya dengan aman. Ketika istrinya mengetahui barang yang dibawa suaminya, ia sempat menyarankan agar sebagian emas digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Akan tetapi, laki-laki tersebut tetap menolak.
Ia memahami bahwa barang temuan atau luqathah memiliki ketentuan dalam Islam.
Harta tersebut tidak boleh langsung diambil sebagai milik pribadi, melainkan harus diumumkan dan dijaga sesuai ketentuan syariat.
Bahkan, ketika istrinya terus membujuk agar setidaknya satu keping emas digunakan untuk membeli makanan, ia tetap tidak bergeming.
Akhirnya, mereka menjalani malam Ramadan dengan makanan seadanya, hanya air putih dan roti kering.
Keesokan harinya, setelah shalat Subuh di Masjidil Haram, laki-laki tersebut mendengar seseorang dari Khurasan mengumumkan kehilangan sebuah kotak berisi 1.000 dinar emas.
Orang tersebut meminta siapa pun yang menemukan kotak itu agar mengembalikannya.
Laki-laki tua itu kemudian menghampiri pemiliknya dan bertanya apakah ada imbalan bagi orang yang mengembalikan harta tersebut.
Namun, orang dari Khurasan itu menolak memberikan imbalan apa pun. Ia hanya berharap Allah memberikan pahala kepada orang yang menemukan dan mengembalikan hartanya.
Laki-laki tua itu tidak langsung menyerah. Ia kembali mencoba bernegosiasi, bahkan meminta bagian sepersepuluh dari emas tersebut.
Namun, pemiliknya tetap menolak.
Pada akhirnya, laki-laki tua itu memutuskan mengembalikan seluruh kotak emas tanpa mengambil satu keping pun.
Imam At-Tabari yang menyaksikan kisah tersebut kemudian mengikuti laki-laki tua itu hingga ke rumahnya.
Di sana, ia melihat kondisi keluarga yang sangat memprihatinkan. Rumah mereka berdinding tanah liat, atapnya hanya ditutup kain-kain usang, dan hampir tidak memiliki perabotan.
Load more