4 Tingkatan Manusia dalam Menghadapi Musibah
- iStockPhoto/argobachter
tvOnenews, Religi - Cobaan atau musibah merupakan kuasa Allah ta’ala. Siap atau tidak, ia bisa mendatangi kita kapan saja dan di mana saja. Allah SWT berfirman dalam quran surat At Taghabun,
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At Taghabun: 11)
Selain kita selalu mengiringi keseharian kita dengan zikir dan berdoa agar Allah SWT menjauhkan kita dari berbagai bencana, penting juga bagi kita untuk bisa mengambil sikap ketika Allah menguji kita dengan sebuah musibah.
Sikap seseorang dalam menghadapi musibah yang menerpa tentu akan berbeda-beda. Dikutip dari buku Tanya Jawab tentang Qadha dan Qadar karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin’ berikut empat tingkatan manusia ketika mereka menghadapi musibah:
1. Marah

Freepik/drobotdean
Marah yang dirasakan ketika mendapat musibah bisa terbagi dalam beberapa hal, mengutuk dalam hati, mencerca dengan lisan, dan mencelakai diri atau orang lain menggunakan anggota tubuh.
Ada peringatan bagi mereka yang memilih menghadapi musibah dengan dalam ayat Al Quran surat Al Hajj,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ِۨاطْمَـَٔنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ِۨانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ
Load more