Keutamaan Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Terlindung dari Fitnah Dajjal
- Freepik/meen_na
tvOnenews, Religi - Seperti yang kita ketahui, surat Al Kahfi memiliki keutamaan, terutama untuk 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhirnya.
Nabi shallallahu āalaihi wa sallam telah menganjurkan umatnya untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi, agar terlindung dari fitnah Dajjal. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan An Nawas bin Samāan, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
āBarangsiapa di antara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfiā (HR. Muslim no. 2937).
Begitu pula dengan keutamaan 10 ayat terakhirnya. Dari Abu Dardaā, ia berkata bahwa Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
āBarangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.āĀ
Hajjaj berkata, āBarangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfiā (HR. Ahmad 6: 446. Syaikh Syuāaib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqoh termasuk dalam periwayat shahihain āBukhari dan Muslim- selain Maādan bin Abi Tholhah Al Yaāmari yang termasuk perawi Muslim).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, ā(Kenapa yang dianjurkan untuk dibaca adalah surat Al Kahfi?) Karena di awal surat tersebut terdapat ayat-ayat yang menakjubkan.Ā
Siapa yang mau merenungkannya, niscaya ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. Sebagaimana pula dalam akhir-akhir ayat surat tersebut, Allah Taāala berfirman,
āMaka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil (hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?)ā (QS. Al Kahfi: 102)ā (Syarh Shahih Muslim, 6: 93).
Keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat

img: iStockPhoto
Dan, di antara waktu yang baik untuk membaca surat Al Kahfi adalah di hari Jumat. Dalam hadits dari Abu Saāid Al Khudri disebutkan,
āBarangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Kaābahā (HR. Ad Darimi 2: 546. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Shohihul Jamiā no. 6471).
Juga dari Abu Saāid Al Khudri, Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
āBarangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumatā (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubro 3: 249. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Shohihul Jamiā no. 6470).
Di dalam surat Al Kahfi sungguh banyak kisah-kisah yang dapat dijadikan ibroh, mulai dari kisah penghuni gua, kisah Musa dan Khidr, dan kisah Dzulqornain, juga terdapat penetapan hari kebangkitan. Karena itu, sudah sepantasnya surat ini dibaca, lebih baik lagi dihafalkan. Khususnya yang terbaik untuk membacanya adalah di hari Jumat, hari terbaik matahari terbit.
Berikut 10 ayat terakhir surat Al Kahfi
![]()
img: tahfizcilik
Ā
101. Ā ŪØŲ§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁ ŲŗŁŲ·ŁŲ§Ū¤Ų”Ł Ų¹ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲŖŁŲ·ŁŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ų³ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ§
allażīna kÄnat a'yunuhum fÄ« giį¹Ä`in 'an żikrÄ« wa kÄnỄ lÄ yastaį¹Ä«'Ễna sam'Ä
(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.
102. Ų§ŁŁŁŲŁŲ³ŁŲØŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲŖŁŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲ§ŲÆŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŲÆŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁŲ§Ū¤Ų”Ł ŪŲ§ŁŁŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ¹ŁŲŖŁŲÆŁŁŁŲ§ Ų¬ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ°ŁŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ²ŁŁŁŲ§
afa įø„asiballażīna kafarÅ« ay yattakhiżỄ 'ibÄdÄ« min dỄnÄ« auliyÄ`, innÄ a'tadnÄ jahannama lil-kÄfirÄ«na nuzulÄ
Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
103. ŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲØŁŁŲ¦ŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲ§ŁŁŲ§ŁŲ®ŁŲ³ŁŲ±ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁ ŁŲ§ŁŁŲ§ Ū
qul hal nunabbi`ukum bil-akhsarÄ«na a'mÄlÄ
Katakanlah (Muhammad), āApakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?ā
104. Ų§ŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų¶ŁŁŁŁ Ų³ŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁ°ŁŲ©Ł Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲŁŲ³ŁŲØŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŲ¹ŁŲ§
allażīna įøalla sa'yuhum fil-įø„ayÄtid-dun-yÄ wa hum yaįø„sabỄna annahum yuįø„sinỄna į¹£un'Ä
(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.
105. Ų§ŁŁŁŁ°Ū¤ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ§Ł°ŁŁ°ŲŖŁ Ų±ŁŲØŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲ§Ū¤ŁŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲØŁŲ·ŁŲŖŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ°Ł ŁŲ©Ł ŁŁŲ²ŁŁŁŲ§
ulÄ`ikallażīna kafarỄ bi`ÄyÄti rabbihim wa liqÄ`ihÄ« fa įø„abiį¹at a'mÄluhum fa lÄ nuqÄ«mu lahum yaumal-qiyÄmati waznÄ
Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.
106. Ų°Ł°ŁŁŁŁ Ų¬ŁŲ²ŁŲ§Ū¤Ų¤ŁŁŁŁ Ł Ų¬ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŲŖŁŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁŁŲ§ Ų§Ł°ŁŁ°ŲŖŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ²ŁŁŁŲ§
żÄlika jazÄ`uhum jahannamu bimÄ kafarỄ wattakhażū ÄyÄtÄ« wa rusulÄ« huzuwÄ
Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok.
107. Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų§Ł°Ł ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲµŁŁ°ŁŁŲŁ°ŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų¬ŁŁŁŁ°ŲŖŁ Ų§ŁŁŁŁŲ±ŁŲÆŁŁŁŲ³Ł ŁŁŲ²ŁŁŁŲ§ Ū
innallażīna ÄmanỄ wa 'amiluį¹£-į¹£Äliįø„Äti kÄnat lahum jannÄtul-firdausi nuzulÄ
Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,
108. Ų®Ł°ŁŁŲÆŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŲŗŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŲ§ ŲŁŁŁŁŁŲ§
khÄlidÄ«na fÄ«hÄ lÄ yabgỄna 'an-hÄ įø„iwalÄ
mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.
109. ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŲØŁŲŁŲ±Ł Ł ŁŲÆŁŲ§ŲÆŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŁ ٰت٠رŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŲØŁŲŁŲ±Ł ŁŁŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ Ł°ŲŖŁ Ų±ŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų¬ŁŲ¦ŁŁŁŲ§ ŲØŁŁ ŁŲ«ŁŁŁŁŁ Ł ŁŲÆŁŲÆŁŲ§
qul lau kÄnal-baįø„ru midÄdal likalimÄti rabbÄ« lanafidal-baįø„ru qabla an tanfada kalimÄtu rabbÄ« walau ji`nÄ bimiį¹”lihÄ« madadÄ
Katakanlah (Muhammad), āSeandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).ā
110. ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁŲ§Ū ŲØŁŲ“ŁŲ±Ł Ł ŁŁŲ«ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲŁ°ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁ°ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŲ§ŲŁŲÆŁŪ ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ¬ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§Ū¤Ų”Ł Ų±ŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŁŁŲ§ ŲµŁŲ§ŁŁŲŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ“ŁŲ±ŁŁŁ ŲØŁŲ¹ŁŲØŁŲ§ŲÆŁŲ©Ł Ų±ŁŲØŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲŁŲÆŁŲ§
qul innamÄ ana basyarum miį¹”lukum yį»„įø„Ä ilayya annamÄ ilÄhukum ilÄhuw wÄįø„id, fa mang kÄna yarjỄ liqÄ`a rabbihÄ« falya'mal 'amalan į¹£Äliįø„aw wa lÄ yusyrik bi'ibÄdati rabbihÄ« aįø„adÄ
Katakanlah (Muhammad), āSesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.ā Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada Tuhannya.ā (Mzn)
Ā
Dapatkan juga informasi lainnya di YouTube Religi One:
Load more