News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Newcastle United Pecat Pelatih Steve Bruce

Newcastle United memutus kontrak pelatih Steve Bruce melalui kesepakatan bersama hanya 13 hari setelah klub tersebut diakusisi konsorsium asal Arab Saudi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 19:05 WIB
Newcastle United Pecat Manajer Steve Bruce
Sumber :
  • antara

Newcastle - Newcastle United secara resmi memutus kontrak pelatih Steve Bruce melalui kesepakatan bersama hanya 13 hari setelah klub tersebut diakusisi konsorsium Dana Investasi Publik (PIF) asal Arab Saudi senilai 305 juta poundsterling (sekitar Rp5,93 triliun).

Pelatih berusia 60 tahun itu sebelumnya melakoni pertandingan ke-1.000 sebagai seorang pelatih, yang berakhir dengan kekalahan 2-3 atas Tottenham pada Minggu (17/10). Dia bergabung dengan Newcastle sejak Juli 2019.

Laga lawan Spurs tersebut juga menjadi satu-satunya pertandingannya sebagai pelatih The Magpies di bawah pemilik baru.

Bruce mengatakan bahwa kariernya di Newcastle mengalami "pasang surut" dan dia berharap pemilik baru bisa "membawa klub maju." Asisten pelatih Graeme Jones akan mengambil alih posisi Bruce untuk sementara.

"Saya berterima kasih kepada semua orang yang memiliki hubungan dengan Newcastle United atas kesempatan untuk melatih klub sepak bola yang unik ini," kata Bruce yang dikutip Sky Sport pada Rabu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih saya, para pemain dan staf pendukung khususnya untuk semua kerja keras mereka."

“Ada pasang surut, tetapi mereka telah memberikan segalanya bahkan di saat-saat sulit dan harus bangga dengan upaya mereka."

"Ini adalah klub dengan dukungan luar biasa dan saya berharap pemilik baru dapat membawanya ke tempat yang kita semua inginkan. Saya berharap semua orang mendapatkan yang terbaik untuk sisa musim ini dan seterusnya."

Newcastle juga mengatakan rasa terima kasihnya atas kontribusi yang diberikan Steve Bruce dan berharap yang terbaik baginya untuk masa depan.

Bruce juga mengungkapkan bahwa Newcastle mungkin menjadi klub terakhirnya sebagai pelatih.

"Ini bukan hanya tentang saya; karier ini berdampak pada seluruh keluarga saya karena mereka semua adalah Geordie (warga Newcastle) dan saya tidak bisa mengabaikannya."

"Mereka mengkhawatirkan saya, terutama istri saya Jan," lanjut eks bek Manchester United tersebut.

"Saya berusia 60 tahun dan saya tidak tahu apakah saya ingin membuatnya melewati ini lagi."

"Kami memiliki kehidupan yang baik jadi, ya, ini mungkin klub terakhir saya sebagai pelatih - sampai saya mendapat panggilan telepon dari seorang petinggi klub di suatu tempat yang menanyakan apakah saya bisa membantu mereka. Jangan pernah mengatakan tidak pernah."

Dia menambahkan: "Saya sangat bangga menjadi pelatih Newcastle United, bahkan di masa-masa sulit, saya bertekad untuk terus maju dan mempertahankan klub ini di Liga Inggris."

Pertandingan Newcastle berikutnya adalah bertamu ke Crystal Palace pada Sabtu malam WIB (23/10).(ant/toz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IHSG Menguat Ditengah Kabar Penetapan Tersangka Penggorengan Saham, Emas Dekati $5.100 Per Ons

IHSG Menguat Ditengah Kabar Penetapan Tersangka Penggorengan Saham, Emas Dekati $5.100 Per Ons

IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar pada perdagangan hari ini. Sempat menyentuh level 8.050 sebagai titik terendahnya, dan sempat pula naik dan menyent
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Siswa Korban Perundungan di SMPN 3 Sungai Raya Lempar Bom Molotov ke Sekolah, Polisi Amankan Enam Barang Bukti

Siswa Korban Perundungan di SMPN 3 Sungai Raya Lempar Bom Molotov ke Sekolah, Polisi Amankan Enam Barang Bukti

Densus 88 Antiteror Polri amankan enam bom molotov dari kasus siswa SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, yang melemparkan bom molotov di lingkungan sekolah.
Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Geger! Siswa SMP di Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah, Densus 88: Terpapar Ideologi Ekstremis True Crime Community

Siswa kelas IX SMPN 3 Sungai Raya Kalimantan Barat membuat geger setelah meledakkan bom molotov di area sekolahnya, hingga sebabkan seorang mengalami luka.
Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, menegaskan timnya datang dengan status juara bertahan sekaligus pemilik rekor mentereng di ajang Piala Asia Futsal.
Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Umuh Muchtar sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara membeberkan identitas pemain baru Persib, Sergio Castel.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT