Korea Sadar Efek Besar Megawati Hangestri di Dunia Voli, sampai Rela Ubah Aturan Gaji Pemain Asing Demi Pertahankan Pevoli Berhijab asal Indonesia Itu
- Tangkapan layar
tvOnenews.com - Megawati Hangestri tak hanya mengukir prestasi di lapangan tapi lebih dari itu ia telah memberikan dampak yang luar biasa untuk liga voli Korea Selatan atau V League.
Popularitas V League meningkat drastis tak hanya di Korea bahkan hingga Indonesia. Siaran pertandingan banyak diminati begitupun tiap potongan-potongan video mereka juga mengalami peningkatan signifikan dalam segi penonton.
Hal yang tentu saja secara langsung memunculkan rasa hormat untuk sosok Megawati Hangestri, seperti yang baru-baru ini disampaikan oleh reporter media Korea SBS Sport.
Reporter tersebut mengatakan bahwa ia senang mewawancarai Mega dan menyebut jika itu adalah wawancara terbaik musim ini.
Megawati Hangestri mencuri perhatian di Korea. Kalimat itu sangat tepat jika melihat bagaimana performa Mega sukses membantu Red Sparks bersaing di papan atas V League musim ini.
Hingga kini Red Sparks sukses menempati posisi ketiga dengan koleksi 58 poin di bawah dua tim wanita terkuat di Korea yakni Pink Spiders dan Hyundai Hillstate.
Dimana kedua tim tersebut baru saja dikalahkan oleh Red Sparks di pekan lalu. Sebuah sejarah baru yang tercatat setelah kedatangan Megawati Hangestri.
Secara individu Mega jelas istimewa. Pemain kelahiran Jember itu sukses menjadi pemain dengan poin tertinggi untuk timnya Red Sparks di kategori Sub TOP5.
Ia juga menjadi top skor keenam sementara di bawah deretan pemain asing luar Asia seperti Silva di posisi pertama, Abercrombie di posisi kedua, Bukirich di posisi ketiga, Moma di posisi keempat, dan Kim Yeon Koung di posisi kelima.
Lebih hebatnya lagi Mega juga telah mencatat rekor mulai dari 4 MVP hingga terbaru yakni rekor sebagai pemain ke-70 yang sukses membuat 100 back attack di V League.
“Dalam sejarah score back attack Megawati Hangestri mencapai 100 poin nomor 70 dalam sejarah bergabunglah bersama kami dalam merayakan pemecahan rekor Mega,” tulis akun Red Sparks dalam unggahan di akun Instagram mereka, dikutip Rabu (6/3/2024).
Selain sukses tampil luar biasa di atas lapangan, Megawati Hangestri juga membawa banyak hal baru ke V League musim ini yang tentu saja menyorot banyak perhatian mengarah padanya.
1. Meningkatkan jumlah penonton
Suka tidak suka Megawati Hangestri telah memberikan efek besar dari meningkatnya popularitas bola voli di Korea. Sejak Mega tiba pertandingan-pertandingan di Korea mengalami peningkatan penonton.
Salah satunya bahkan sukses memecahkan rekor, tercatat pertandingan antara Pink Spiders versus Red Sparks pada 24 Desember 2023 sebagai penonton terbanyak.
Menurut laporan salah satu media asal Korea Selatan My Daily, laga Pink Spiders versus Red Sparks menjadi pertandingan yang paling banyak dihadiri penonton di stadion tercatat sebanyak 6.150 penonton.
Itu bahkan mengalahkan jumlah penonton voli divisi putra di mana sebelumnya rekornya tercetak pada laga Hyundai Capital versus Vixtorm pada tanggal yang sama.
Di mana pada laga itu sebanyak 3.267 penonton datang ke stadion untuk menyaksikan secara langsung. Perlu dicatat kapasitas terbesar stadion bola voli di Korea adalah 8.500 kursi yang dimiliki tim AI Peppers.
Di posisi dua ada stadion milik Pink Spiders dengan 7.140 kursi sedangkan stadion Red Sparks memiliki kapasitas 5.000 kursi.
2. Siaran langsung dan konten voli Korea meledak
Tak hanya mengalami lonjakan penonton di stadion. Lonjakan juga dapat dilihat di tayangan siaran langsung, cuplikan-cuplikan pertandingan, bahkan momen-momen kecil sekalipun yang terjadi di Korea.
Salah satunya yang banyak ditonton adalah momen lucu saat pemain Red Sparks menutupi Megawati Hangestri dengan jaket dan mengatakan Mega tak boleh muncul sembarangan karena dia adalah sumber keberkatannya.
Berkat Mega tim Red Sparks dengan cepat memiliki 237.000 pengikut di Instagram sedangkan kanal YouTube mereka sudah punya 200.000 subscriber.
Menariknya peningkatan tak hanya terjadi di Red Sparks, tetapi juga akun resmi federasi bola voli Korea yakni KOVO. Tim-tim lain seperti Pink Spiders hingga Hyundai Hillstate juga kecipratan pengikut.
Dikutip dari Naver, salah satu pengurus federasi voli Korea KOVO juga mengakui bahwa Megawati Hangestri telah menjadi pelopor bola voli Korea di Asia.
Bahkan KOVO menyebut bahwa ada salah satu perusahaan yang berusaha membeli hak siar eksklusif V League. “Dia akan menjadi pelopor V League menembus pasar Asia,” katanya.
Pada acara pameran hak siar olahraga dunia yang digelar di Monaco bulan lalu, ada salah satu perusahaan Indonesia yang berniat membeli hak siar V League.
Mega telah membuat V League semakin populer. Akibatnya pendapatan pun mengalami peningkatan baik melalui hak siar, ticketing, hingga merchandise.
Itulah mengapa V League dikabarkan akan meningkatkan gaji pemain asing Asia musim depan. Dari yang sebelumnya 100.000 Dolar Amerika untuk pemain di tahun pertama menjadi 125.000 Dolar untuk tahun pertama.
Kemudian 150.000 Dolar untuk selanjutnya. Artinya jika Megawati Hangestri mau bertahan di Red Sparks, di musim selanjutnya ia akan mendapatkan bayaran jauh lebih tinggi bisa mencapai 2,3 miliar Rupiah.
Menurut pihak KOVO itu terjadi karena kehadiran pemain kuota Asia telah mendapatkan respon positif sejak tahun pertama dan KOVO pikir jelas impact Mega tak bisa disangkal.
Dalam hal ini kuota pemain Asia dalam bola voli profesional Korea telah mendapat respons positif sejak tahun pertama diperkenalkan khususnya di divisi wanita.
Jadi itulah pesona dari Megawati Hangestri pevoli berhijab asal Indonesia yang sudah mengukir sejarah tak hanya lewat penampilannya di dalam lapangan tapi juga dampak yang ia berikan di luar lapangan.
Dia jelas bintang bahkan mungkin layak untuk menyebutnya sebagai super bintang yang sukses memulai revolusi baru V League menembus pasar Asia.
(amr)
Follow tvOnenews.com di sini Google News.
Load more