GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Disangka, Hanya Berlatih Beban Dengan Batu Semen Dan Paralon Cantika Raih Medali Perunggu di Olompiade Tokyo

Windy Cantika Peraih perunggu Cabang Angkat Besi, dulu hanya berlatih beban dengan batu semen dan paralon sebagai alat latihannya.
Minggu, 25 Juli 2021 - 16:55 WIB
Windy Cantika meraih perunggu atlet angka besi
Sumber :
  • Antara

Kabupaten Bandung, Jawa Barat  – Keberhasilan Windy Cantika meraih perunggu ternyata merupakan hasil kerja keras panjang sejak ia kelas empat sekolah dasar. Windy yang berasal dari keluarga sederhana, bahkan hanya bisa menggunakan beban dari batu semen dan paralon sebagai alat latihannya.

Ketertarikan Windy pada dunia angkat beban ternyata berawal dari sang ibu yang ternyata juga seorang lifter. Siti aisyah juga pernah tercatat meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 1998. Ia pun menurunkan bakatnya ke anak-anaknya termasuk Windy

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“kakak-kakaknya suka latihan (angkat besi) pakai paralon, pakai besi ini dulu, dia (Windy) suka lihat, dia latihan pakai sapu, diikutin gerakan-gerakan kakak-kakaknya itu. dari sana (terlihat) ini anak bagus juga.” Kenang Siti Aisyah ibunda Windy.

Melihat ketertarikan anaknya pada kegiatan angkat beban, Siti Aisyah pun mulai melatihnya dengan alat seadanya.

“saya kasih yang sekilo, dua kilo pakai paralon, (lalu) bertahap yang lima kilo, enam kilo.” ungkap Siti pada media. Kelas empat SD dia mulai dikenalkan (olahraga angkat besi), (pakai) paralon kelas lima,  kelas enam SD,  dia udah masuk porda dapat emas waktu itu,  dapat bonus nih dibeliin nih motor, cerita Siti bangga.

Meski menggunakan peralatan latihan sederhana, ternyata tak semuanya bisa disediakan orang tua Windy kala itu. Beberapa alat latihan merupakan hasil pinjaman dari Pemerintah Kabupaten. Namun semua perjuangan itu membuahkan hasil yang membanggakan

“Saya enggak menyangka (Windy) dapat medali perunggu, yang penting lolos, yang penting punya pengalaman di olimpiade. “ tambah Siti bahagia.

“Angkat besi kan ini olahraga yang bergengsi, tampil di olimpiade aja saya sudah seneng tapi dia bisa membuktikan yang terbaik dan menyumbangkan medali,” pungkas Siti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prestasi seorang Windy Aisah di ajang Olimpiade Tokyo 2020, menambah daftar prestasinya selain medali emas pada ajang SEA Games 2019 di nomor serupa.

Mengutip laman Federasi Angkat Berat Asia (AWF), Windy Aisah juga memperoleh penghargaan sebagai atlet putri terbaik di Kejuaraan Junior Angkat Berat Asia 2020. Windy Aisah akrab dengan cabang olahraga angkat besi,

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sistem Transportasi Indonesia Menuju Era Baru, TICC Jadi Fondasi Penting

Sistem Transportasi Indonesia Menuju Era Baru, TICC Jadi Fondasi Penting

Peran layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) kini semakin diperkuat untuk mendukung pembangunan transportasi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. 
Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

John Herdman cukup percaya diri menyebut Timnas Indonesia sebagai tim yang akan ditakuti oleh Jepang dan Qatar, sesama kontestan di grup F Piala Asia 2027.
Gudang Minyak di Jambi Habis Terbakar

Gudang Minyak di Jambi Habis Terbakar

Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, salah satu gudang minyak di RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, habis terbakar, namun tidak ada korban jiwa dan polisi sedang menyelidiki kasusnya.
Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Perubahan cara pandang terhadap desain menjadi salah satu fenomena paling menarik dalam industri modern. Dalam satu dekade terakhir, desain tidak lagi dipahami sekadar urusan estetika
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

John Herdman cukup percaya diri menyebut Timnas Indonesia sebagai tim yang akan ditakuti oleh Jepang dan Qatar, sesama kontestan di grup F Piala Asia 2027.
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Perubahan cara pandang terhadap desain menjadi salah satu fenomena paling menarik dalam industri modern. Dalam satu dekade terakhir, desain tidak lagi dipahami sekadar urusan estetika
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT