Megawati Hangestri Ungkap Sikap Ko Hee-jin saat Cedera di Final V-League: Dia Lebih Mementingkan ...
- KOVO
tvOnenews.com - Megawati Hangestri mengungkapkan kronologi cedera saat membela Red Sparks di final V-League dan respons mengejutkan dari Ko Hee-jin saat momen itu terjadi.
Megawati Hangestri dan Red Sparks menjalani pertarungan sengit di final Liga Voli Korea 2024–2025 menghadapi Pink Spiders.
Setelah melewati lima pertandingan ketat (BO5), Red Sparks harus puas menjadi runner-up usai kalah tipis 2-3 di laga penentu.
![]()
Momen kebersamaan Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri. (Sumber: KOVO)
Namun di balik kekalahan itu, tersimpan kisah perjuangan Megawati yang bertahan bermain dalam kondisi cedera.
Dalam podcast Moji Si Jago Voli yang tayang 21 Mei 2025, Megawati Hangestri mengungkapkan bahwa dirinya mengalami cedera sejak leg pertama final.
Meski lututnya membengkak, ia tetap memaksa diri bermain.
“Jadi pas di leg pertama final habis pertandingan lawan Pink Spiders, aku sakit. Lutut aku bengkak, yang kanan. Tapi aku masih main. Aku bilang aku bisa,” ucap Megawati.
Meski telah ditaping, cedera lutut membuat lutut Megawati tak berfungsi maksimal saat melompat.
Alhasil, beban berpindah ke otot paha dan betisnya. Namun hal ini justru memicu cedera lain yang lebih berat.
“Di leg ketiga ketariklah berduanya, betis dan paha. Tapi aku tetap lanjutin main sampai lima set. Leg keempat udah sakit banget, betis ini udah bengkak,” tutur Megawati Hangestri.
![]()
Megawati Hangestri. (Sumber: YouTube Moji)
“Udah tinggal sedikit aja kayak lentur-lenturnya tuh udah enggak ada. Tapi aku tahan, aku bisa kok.”
Dalam kondisi itu, Megawati mengaku tetap ingin bermain. Ia tak mau menyerah sebelum benar-benar tak sanggup.
Namun di balik layar, pelatih Ko Hee-jin menunjukkan sikap yang luar biasa.
“Pelatih aku \[Ko Hee-jin] bilang, ‘Kalau enggak bisa, bilang aja ya.’ Tapi aku selalu tanamin dalam diri aku, kalau aku masih bisa, aku akan lakuin sampai benar-benar enggak bisa,” ungkapnya.
Puncaknya terjadi di leg kelima saat rasa sakit sudah tak tertahankan lagi. Namun Mega tetap ingin turun ke lapangan.
“Aku bilang coachku, ‘Aku main. Jangan ganti aku.’ Aku bilang kalau aku enggak kuat, aku akan bilang. Dan pelatihku waktu itu bilang sesuatu yang bikin aku benar-benar terharu,” lanjutnya.
![]()
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri. (Sumber: KOVO)
Megawati Hangestri lalu menirukan ucapan Ko Hee-jin, “Aku udah enggak mementingkan kemenangan ini. Aku lebih mementingkan keselamatan atlet aku.”
Pernyataan Ko Hee-jin itu menurut Mega menjadi bukti bahwa pelatihnya adalah sosok yang peduli dan berjiwa besar.
Ia tak memaksakan pemainnya untuk menang dengan mengorbankan kesehatan.
“Aku enggak mau kalah dengan sia-sia,” ujar Megawati.
“Aku pengen menang. Tapi kalaupun kalah, aku pengin kalahnya yang terhormat, yang benar-benar kalah dengan fight.”
Pengakuan Megawati Hangestri ini menuai simpati luas dari publik dan penggemar voli.
![]()
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri. (Sumber: KOVO)
Banyak yang memuji keberanian dan semangat juangnya, sekaligus tersentuh dengan empati Ko Hee-jin yang mendahulukan kesehatan atlet.
Kisah ini sekaligus menegaskan bahwa sosok Megawati Hangestri tak hanya hebat secara teknis, tetapi juga punya mental petarung sejati.
Sementara Ko Hee-jin, yang sempat dikritik karena gagal membawa Red Sparks juara, justru menunjukkan kualitas kepemimpinan yang patut dihormati.
(anf)
Load more