News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutupi Lagi, Ko Hee-jin Akhirnya Jujur Soal Megawati Hangestri: Kalau Federasi Mengubah Aturan, Saya Ingin Bermain Bersama Mega Selamanya!

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, mengutarakan harapan besarnya agar bisa kembali bekerja sama dengan bintang Indonesia, Megawati Hangestri. Tak rela kehilangan Mega
Kamis, 26 Juni 2025 - 14:59 WIB
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • Naver / Red Sparks

tvOnenews.com - Ko Hee-jin tak mau tutupi lagi, akhirnya jujur soal Megawati Hangestri usai dirinya hengkang dari Red Sparks dan Liga Voli Korea.

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) telah mengumumkan perubahan signifikan dalam regulasi perekrutan pemain asing untuk V-League musim 2026–2027. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah kembalinya sistem bebas transfer (free agent), menggantikan sistem undian dan uji coba (try out) yang digunakan selama satu dekade terakhir.

Sebelumnya, klub-klub harus memilih pemain asing melalui sistem undian setelah mengikuti sesi try out. 

Metode ini dinilai membatasi klub dalam memilih pemain terbaik dan menyulitkan mereka saat mencari pengganti di tengah musim. 

Akibatnya, kualitas pemain asing yang berlaga di V-League pun ikut terdampak. Kini, dengan sistem free agent kembali diterapkan, setiap klub dapat melakukan pendekatan langsung kepada pemain asing incaran tanpa perlu melalui skema seleksi yang rumit.

Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri, eks pemain Red Sparks
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri, eks pemain Red Sparks
Sumber :
  • KOVO / Red Sparks

 

Daejeon JungKwanJang Red Sparks, salah satu klub papan atas di V-League, termasuk yang paling vokal mendorong perubahan ini. 

Pelatih mereka, Ko Hee-jin, mengutarakan harapan besarnya agar bisa kembali bekerja sama dengan bintang Indonesia, Megawati Hangestri, yang selama dua musim terakhir menjadi andalan tim.

“Bermain bersama Megawati adalah kenangan yang tak akan terlupakan, terlepas dari hasil di final,” ujar Ko Hee-jin seperti dikutip dari KBS News (26 Juni 2025). 

“Jika sistem free agent ini diterapkan, saya ingin Mega kembali memperkuat tim selama saya masih melatih.”

Megawati, yang akrab dijuluki “Megatron”, berhasil mencetak sejarah bersama Red Sparks dengan membawa tim ke babak playoff di musim debut (2023-24) dan mencapai partai puncak pada musim berikutnya (2024-25). 

Kontribusinya yang luar biasa menjadikannya salah satu pemain paling produktif di V-League, terutama di posisi opposite hitter.

Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

 

Gaji Kecil Jadi Alasan Megawati Hangestri Cabut dari Red Sparks?

Namun, meski prestasinya mentereng, Megawati tetap terjebak dalam ketentuan gaji maksimal untuk pemain dari kuota Asia, yakni USD 150 ribu per musim atau sekitar Rp 2,4 miliar. 

Angka ini bahkan lebih rendah dari sebagian besar pemain lokal yang kontribusinya tak sebanding. Media Segye Ilbo mengkritik sistem ini dalam laporan Januari 2025. 

“Dari 10 pemain dengan gaji tertinggi di Korea, kecuali Kim Yeon-koung dan Yang Hyo-jin, tak ada yang kontribusinya melebihi Mega,” tulis mereka. 

“Bahkan Kim dan Yang tidak berada di level Megawati jika dibandingkan dari rasio performa terhadap gaji.”

Sebagai catatan, batas gaji pemain asing V-League untuk musim mendatang ditetapkan sebesar USD 300 ribu bagi pemain putri, sementara untuk pemain kuota Asia tetap dibatasi pada angka USD 150 ribu per musim. 

Angka ini hanya naik USD 30 ribu sejak slot Asia diperkenalkan pada 2023. 

Padahal, level persaingan pemain Asia, termasuk dari Thailand, Jepang, Vietnam, dan Indonesia, sudah menyaingi Korea Selatan, yang kini berada di posisi kelima dalam peringkat bola voli putri Asia.

Situasi Megawati sempat menjadi sorotan karena sempat dipertimbangkan untuk mengikuti kembali jalur try out agar bisa kembali bermain di Korea. 

Namun dengan diberlakukannya sistem free agent, pintu negosiasi langsung kembali terbuka bagi pemain seperti Megawati yang memiliki nilai jual tinggi.

Namun, KOVO tetap menegaskan batasan dalam sistem baru ini. Mereka menetapkan aturan penalti bagi klub yang melanggar ketentuan gaji pemain asing atau kuota Asia. 

“Jika ditemukan pelanggaran seperti kelebihan gaji, pemain bersangkutan akan langsung dikeluarkan dari musim berjalan,” demikian pernyataan resmi KOVO. 

“Klub juga akan kehilangan hak merekrut pemain asing dan kuota Asia untuk musim berikutnya.”

Situasi ini menjadi dilema bagi pemain berkelas seperti Megawati. Di satu sisi, performanya menuntut pengakuan setara dari sisi finansial, namun di sisi lain, sistem gaji yang belum sepenuhnya adaptif justru membatasi langkahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ko Hee-jin pun mengakui, sebagai pelatih yang pernah dua musim bersama Mega, ia merasa kehilangan sosok pemain yang tak hanya berkontribusi di lapangan.

Akan tetapi juga menjadi bagian emosional dari keluarga tim. Kini, dengan sistem baru, harapan untuk menyatukan kembali kerja sama itu masih terbuka. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Andai Tak Bisa Pulangkan Megawati Hangestri ke V-League, Red Sparks Bisa Rekrut 'Kembaran' Megatron Ini

Andai Tak Bisa Pulangkan Megawati Hangestri ke V-League, Red Sparks Bisa Rekrut 'Kembaran' Megatron Ini

Jika Red Sparks pada akhirnya gagal datangkan kembali Megawati Hangestri ke V-League musim depan, mereka bisa datangkan 'kembaran' Megatron asal Korea ini.
Efisiensi Jumbo Kementerian PU, Menteri Dody Merasa Tak Perlu Negosiasi Lagi dengan Presiden

Efisiensi Jumbo Kementerian PU, Menteri Dody Merasa Tak Perlu Negosiasi Lagi dengan Presiden

Menteri PU menegaskan tidak ada rencana khusus untuk negosiasi dengan Presiden atau berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kebijakan efisiensi.
Cak Imin Blak-blakan Soal 2029: Prabowo Masih Kuat, PKB Pilih yang Menang

Cak Imin Blak-blakan Soal 2029: Prabowo Masih Kuat, PKB Pilih yang Menang

Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin buka suara soal Pilpres 2029. ia menilai saat ini Prabowo Subianto masih kuat dan ingin berada di pihak yang menang.
Profil Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Siap Cium Lutut Dedi Mulyadi jika Bisa Bangun Jalan dari APBD Rp6 T

Profil Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Siap Cium Lutut Dedi Mulyadi jika Bisa Bangun Jalan dari APBD Rp6 T

Berikut profil dan rekam jejak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan yang menantang dan siap cium lutut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di Ciputat Geger Temukan Sosok Mayat Pria di Kios, Polisi Bilang Begini

Warga di kawasan Jalan Cirendeu Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) geger adanya temuan jasad seroang pria yang tergeletak di halaman kios pada Sabtu (11/4/2026).
Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus

Cak Imin menilai efektivitas kebijakan war tiket haji masih sangat diragukan, apalagi menyangkut nasib calon jemaah yang telah bertahun-tahun menunggu giliran berangkat.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT