Top 3 Sport 10 Januari: Nova Arianto Dicoret John Herdman, hingga Gabriel Martinelli Dikecam Habis-habisan
- Kolase tvOnenews.com | Persib Bandung - X @akankwase - Kitagaruda.id
tvOnenews.com - Kancah olahraga kembali menyajikan sejumlah cerita menarik dalam 24 jam terakhir, dari Timnas Indonesia hingga panasnya Premier League.
Pergantian era di tubuh Skuad Garuda memunculkan keputusan mengejutkan terkait peran pelatih lokal di bawah komando John Herdman.
Di Inggris, sorotan tajam justru tertuju pada insiden kontroversial yang melibatkan bintang Arsenal dalam laga sarat gengsi.
Sementara itu, kisah berbeda datang dari sepak bola nasional, ketika media Eropa mengulas perjalanan karier pemain naturalisasi yang menemukan puncaknya di Indonesia.
Berikut rangkuman Top 3 Sport yang paling menyita perhatian publik hari ini.
Nova Arianto Dicoret John Herdman
- ANTARA
Keputusan PSSI tidak memasukkan Nova Arianto ke dalam staf Timnas Indonesia senior di era John Herdman memicu banyak tanda tanya.
Nova yang selama ini dikenal sebagai penerus filosofi Shin Tae-yong justru diarahkan untuk fokus penuh menangani Timnas Indonesia U-20.
Meski Herdman berkomitmen melibatkan pelatih lokal, tidak semua nama yang berpengalaman otomatis masuk dalam struktur tim senior.
Nova dinilai telah berhasil membangun fondasi kuat di level usia muda, termasuk membawa Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
PSSI menilai peran tersebut terlalu strategis untuk ditinggalkan, terlebih agenda tim U-20 ke depan sangat padat.
Kekhawatiran lain adalah hilangnya konsistensi filosofi permainan jika Nova harus menyesuaikan diri sebagai asisten pelatih.
Karena itu, federasi memilih menjaga kesinambungan pembinaan usia muda ketimbang menarik Nova ke level senior.
Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Herdman, sementara PSSI hanya memfasilitasi nama-nama potensial pelatih lokal lainnya.
Gabriel Martinelli Dikecam Habis-habisan
- Kolase tvOnenews.com | X @akankwase @Priceless_MCI
Gabriel Martinelli menjadi sorotan tajam usai laga Arsenal kontra Liverpool yang berakhir imbang tanpa gol.
Bukan performanya, melainkan sikapnya terhadap Conor Bradley di masa injury time yang memicu kontroversi.
Aksi menjatuhkan bola ke arah pemain yang tengah kesakitan dianggap melanggar nilai sportivitas.
Insiden tersebut memancing emosi pemain Liverpool dan berujung kartu kuning bagi Martinelli.
Legenda Manchester United, Gary Neville dan Roy Keane, melontarkan kritik keras dan menyebut tindakan itu memalukan.
Mereka menilai situasi cedera tidak boleh dijadikan ajang tekanan psikologis di lapangan.
Di sisi lain, Mikel Arteta memilih membela anak asuhnya dan menegaskan tak ada niat buruk dari Martinelli.
Meski laga berakhir tanpa gol, insiden tersebut justru menjadi topik utama pembicaraan usai pertandingan.
Puncak Karier Marc Klok di Persib
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Media Belanda menilai keputusan Marc Klok meninggalkan Eropa justru membawanya ke puncak karier di Indonesia.
Nos.nl menyebut Klok sebagai warga Belanda tanpa darah Indonesia pertama yang menjadi figur penting Timnas Indonesia.
Awalnya, Klok nyaris tak mengenal sepak bola Indonesia dan bahkan terkejut dengan atmosfer profesional di dalamnya.
Kariernya mulai menanjak sejak membela PSM Makassar, tempat ia belajar memahami kultur sepak bola lokal.
Popularitasnya melonjak drastis, menjadikannya salah satu ikon liga dengan daya tarik luar biasa.
Keputusan pindah ke Persib Bandung disebut sebagai langkah paling berani sekaligus menentukan dalam hidupnya.
Di Bandung, Klok tak hanya menjadi pengatur permainan, tetapi juga simbol kepemimpinan di lapangan.
Bagi media Belanda, Persib adalah panggung tempat Klok menemukan identitas, rumah, dan performa terbaiknya.
(udn/asl/tsy)
Load more