Baru Main Sekali Megawati Hangestri Bikin Geger Proliga 2026, Taring Megatron Mulai Terlihat Usai Cabut dari Turki?
- Instagram @jpevolley
tvOnenews.com - Akankah Megawati Hangestri Pertiwi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pevoli level internasional di panggung Proliga 2026? Pertanyaan itu mulai mengemuka seiring penampilan perdananya bersama Jakarta Pertamina Enduro pada seri pembuka di Pontianak.
Meski baru sekali turun ke lapangan, aura “Megatron” sudah terasa, menandakan bahwa Megawati belum kehilangan insting sebagai mesin poin andalan tim.
Statusnya sebagai pemain Indonesia dengan jam terbang internasional membuat ekspektasi publik selalu tinggi. Megawati bukan sekadar simbol, melainkan tumpuan serangan yang kerap menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Proliga 2026 pun menjadi ajang pembuktian berikutnya: apakah ia masih sanggup mendominasi kompetisi domestik setelah pengalaman panjang di level Asia?
Jawaban awal mulai terlihat di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Walau statistik sementara belum menempatkannya di papan atas top skor, kontribusi Megawati langsung terasa signifikan.
Dalam satu laga penuh drama, ia menunjukkan bahwa taringnya masih tajam dan siap diasah lebih dalam seiring bergulirnya kompetisi.
Megatron Paling Ganas di Antara Penyerang Lokal
Secara angka, Megawati Hangestri Pertiwi baru mengoleksi 20 poin (pts) dan menempati peringkat ke-11 daftar top skor sementara Proliga 2026.
Namun, catatan itu tidak sepenuhnya mencerminkan pengaruhnya di lapangan. Dengan hanya satu kali tampil, Megawati justru tercatat sebagai salah satu penyerang lokal atau pemain Indonesia paling garang sejauh ini.
- Instagram @jpevolley
Di jajaran 10 besar pencetak poin, nama Chelsa Berliana dan Azzahra Dwi Febyane dari Jakarta Popsivo Polwan masuk peringkat sembilan dan sepuluh dengan masing-masing 21 poin atau rata-rata 3,0 poin per set.
Keunggulan keduanya tak lepas dari fakta bahwa Popsivo sudah melakoni dua pertandingan di seri pembuka, berbeda dengan Megawati yang baru sekali bermain.
Hal tersebut menegaskan bahwa produktivitas Megawati per laga masih sangat kompetitif. Dengan menit bermain yang lebih banyak di seri-seri berikutnya, peluangnya untuk merangsek ke papan atas top skor terbuka lebar.
Reverse Sweep Dramatis Jadi Panggung Megawati
Satu-satunya laga Megawati di seri Pontianak langsung menyajikan drama. Jakarta Pertamina Enduro berhasil mencatatkan reverse sweep atas Jakarta Electric PLN Mobile pada laga putaran pertama Proliga 2026.
Bertanding lima set, Enduro menang 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-9) dalam pertandingan yang digelar Jumat (9/1/2026).
Dalam duel tersebut, Megawati menyumbang total 20 poin dengan rincian 18 poin dari serangan, satu poin blok, dan satu poin servis.
Bersama Iana Shcherban yang mencetak 23 poin, mantan juru gedor Daejeon JungKwanJang Red Sparks itu menjadi poros utama serangan tim juara bertahan.
Statistik pertandingan juga memperlihatkan betapa besarnya peran Megawati. Ia melakukan 54 kali percobaan serangan dengan rasio keberhasilan 33,3 persen.
Angka ini sedikit di bawah Shcherban yang mencatatkan 52 kali serangan dengan efektivitas 42,3 persen, namun tetap menunjukkan agresivitas Megawati sebagai ujung tombak.
Sementara itu, pemain asing lain Jakarta Pertamina Enduro, Wilma Alishanova, menambahkan 12 poin, termasuk satu ace. [mad]
Tak Ada Lagi Adaptasi, Proliga 2026 Mulai Panas
Seri pembuka Proliga 2026 di Pontianak sejatinya dimanfaatkan banyak tim untuk beradaptasi dan membaca kekuatan lawan.
Namun situasi tersebut berubah memasuki pekan kedua. Persaingan dipastikan kian ketat, memaksa setiap tim tampil maksimal demi mengamankan posisi menuju fase selanjutnya.
Setelah rangkaian laga di GOR Terpadu A Yani rampung, Proliga 2026 berlanjut ke seri kedua putaran pertama yang dimulai pada 15 Januari di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Medan, Sumatera Utara. Tidak ada lagi ruang untuk coba-coba, termasuk bagi Megawati Hangestri Pertiwi dan Jakarta Pertamina Enduro.
Sementara itu, klasemen sementara masih dipimpin Jakarta Popsivo Polwan dengan raihan enam poin hasil dua kemenangan.
Popsivo menaklukkan Medan Falcons 3-0 (25-20, 25-19, 25-14) dan Bandung BJB Tandamata 3-1 (25-12, 24-26, 25-19, 25-18). Di bawahnya, Jakarta Electric PLN menguntit dengan tiga poin usai menang 3-0 atas Jakarta Livin Mandiri (25-23, 25-14, 25-23).
Bagi Megawati, masa adaptasi telah usai. Proliga 2026 kini menuntut konsistensi dan ledakan performa. Jika tren agresivitasnya berlanjut, bukan tidak mungkin Megatron kembali mengaum dan menegaskan statusnya sebagai salah satu pevoli terbaik Indonesia di level kompetisi tertinggi nasional. (udn)
Load more