Bongkar Gaji Wilda Siti Nurfadhilah: Dulu Ratusan Juta Saat Jadi Atlet, Kini Berapa Honornya di Tim Pelatih Jakarta Livin Mandiri Proliga 2026?
- instagram wilda siti nurfadilah
tvOnenews.com - Nama Wilda Siti Nurfadhilah pernah identik dengan label pemain mahal di Proliga. Saat masih aktif sebagai middle blocker dan kapten timnas, ia disebut masuk kategori atlet voli putri dengan bayaran tertinggi di Indonesia.
Estimasi gajinya saat memperkuat klub besar berada di kisaran Rp75 juta hingga Rp125 juta per bulan, angka yang menempatkannya di level elite kompetisi nasional.
Kini situasinya berbeda. Setelah memutuskan pensiun dari Timnas Voli Putri Indonesia dan menutup fase sebagai pemain, Wilda beralih ke dunia kepelatihan bersama Jakarta Livin Mandiri untuk Proliga 2026.
Perubahan peran tentu berpengaruh pada skema pendapatan. Jika saat masih bermain ia mendapat gaji besar plus bonus kemenangan.
Namun sebagai bagian dari tim kepelatihan nominalnya cenderung mengikuti standar staf pelatih klub profesional yang umumnya lebih stabil namun tidak sebesar kontrak pemain bintang.
Saat Jadi Atlet: Masuk Kategori Gaji Tertinggi Proliga
Wilda mengawali karier profesional pada 2010 bersama Alko Bandung. Namun namanya benar-benar melambung saat memperkuat klub-klub besar seperti Bandung BJB Tandamata, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta PGN Popsivo Polwan, hingga Jakarta Pertamina Energi.

- instagram wilda siti nurfadilah
Deretan gelar Proliga dan kiprahnya bersama timnas membuat nilai kontraknya terus meningkat.
Berdasarkan berbagai sumber yang dihimpun dari laporan industri olahraga nasional, struktur gaji atlet voli di Indonesia umumnya terbagi dalam empat level:
* Pemula: Rp2 juta – Rp6 juta/bulan
* Kejuaraan nasional: Rp7 juta – Rp15 juta/bulan
* Kejuaraan internasional: Rp15 juta – Rp25 juta/bulan
* Tim besar/bintang utama: Rp75 juta – Rp125 juta/bulan
Wilda ditengarai masuk kategori terakhir. Statusnya sebagai kapten timnas di SEA Games 2023, di mana Indonesia meraih medali perak serta koleksi tujuh gelar Proliga membuatnya pantas mendapat bayaran premium.
Di level klub, prestasinya meliputi:
* Runner-up Proliga 2013 & 2014 (Manokwari Valeria Papua Barat)
* Juara Proliga 2015, 2016, 2017 (Jakarta Elektrik PLN)
* Juara Proliga 2019 (Jakarta PGN Popsivo Polwan)
* Runner-up Proliga 2018 (Bandung BJB Tandamata)
* Juara Proliga 2022 & 2023 (Bandung BJB Tandamata)
Dengan rekam jejak tersebut, wajar jika Wilda termasuk atlet dengan estimasi pendapatan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan, belum termasuk bonus juara dan kontrak sponsor.
Pensiun Timnas dan Transisi ke Dunia Kepelatihan
Wilda memutuskan gantung sepatu dari Timnas Voli Putri Indonesia setelah 13 tahun berkiprah. Pengumuman pensiun disampaikannya melalui akun Instagram pribadi.
Keputusan itu menandai akhir perjalanan panjang yang dimulai sejak ia remaja, termasuk tampil di Asian Volleyball Championship 2011, SEA Games, hingga Asian Games 2018.
Memasuki 2026, ia resmi bergabung dalam tim kepelatihan Jakarta Livin Mandiri. Dalam konferensi pers di Jakarta (5/1/2026), ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan manajemen.
“Alhamdulillah dipercaya. Sebenarnya belum jadi tim pelatih sepenuhnya karena ada kendala kesehatan,” ujar Wilda dikutip dari Antara.

- instagram wilda siti nurfadilah
Ia menegaskan perannya saat ini masih tahap adaptasi.
“Jadi saya di sini sebagai pendamping anak-anak (skuad), mungkin juga masuk ke bench, jadi jembatan antara pemain dan pelatih,” tambahnya.
Langkah ini menjadi fase baru dalam kariernya. Meski belum sepenuhnya berstatus pelatih utama, kehadiran Wilda dinilai strategis mengingat pengalamannya sebagai ratu Proliga dengan tujuh gelar.
Berapa Gaji Tim Pelatih Proliga?
Berbeda dengan pemain yang memiliki struktur kontrak berbasis performa dan popularitas, gaji tim kepelatihan di klub Proliga biasanya mengikuti standar manajemen profesional.
Meski angka resmi tidak dipublikasikan secara terbuka oleh klub maupun PBVSI, praktisi industri olahraga menyebut kisaran honor asisten pelatih di kompetisi nasional bisa berada pada rentang belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pengalaman dan lisensi.
Wilda sendiri telah mengantongi kursus kepelatihan level 1 FIVB. Ia juga bekerja bersama pelatih kepala Danai Sriwatcharamethakul dan asisten pelatih Octavian.
“Karena sudah sering bareng ya, chemistry-nya juga oke. Saling sharing-nya ada Indonesia gimana, di Thailand gimana, dan lain-lainnya,” ujar Wilda.
Ia juga mengapresiasi pengalaman internasional Danai.
“Danai sendiri kan dia udah pelatih internasional, bahkan dunia. Udah masuk ke ranah World Champion, jadi kayak banyak banget yang diambil sih pelajaran.”
Meski peluang menjadi pelatih penuh waktu terbuka, Wilda memilih tidak terburu-buru.
“Ya mungkin akan ada ke arah sana, tetapi saya tidak yang buru-buru juga karena masih baru juga. Jadi pelan-pelan aja sih sambil belajar,” katanya.
Perbandingan ini menunjukkan kontras menarik: dari pemain dengan estimasi bayaran hingga Rp125 juta per bulan, kini Wilda menjalani fase baru dengan pendapatan yang kemungkinan lebih moderat namun stabil.
Namun bagi Wilda, kontribusi untuk voli Indonesia tampaknya lebih penting daripada sekadar nominal.
Transisi ini membuktikan bahwa karier atlet tidak berhenti saat pensiun bermain. Bagi Wilda, lapangan mungkin sudah ditinggalkan, tetapi dedikasi terhadap bola voli tetap berlanjut, kali ini dari balik bench. (udn)
Load more