Berani Bicara! Atlet Kickboxing Wanita Indonesia Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Dunia Olahraga
- tim tvOne/Ahmidal Yauzar
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, akhirnya memberanikan diri mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya di lingkungan olahraga.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk keberanian sekaligus harapan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa atlet lain, khususnya perempuan.
Viona mengaku keputusan untuk berbicara ke publik bukanlah hal yang mudah.
Ia sempat diliputi rasa malu dan takut sebelum akhirnya memilih untuk mengungkap peristiwa yang dialaminya.
Pada awalnya, Viona mencoba menempuh jalur internal dengan melaporkan kejadian tersebut kepada federasi melalui Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI).
Ia bahkan telah mengirimkan pengaduan resmi dan terus melakukan tindak lanjut melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon.
“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona.
Namun, menurutnya proses tersebut tidak memberikan perlindungan maupun penyelesaian yang diharapkan.
Karena merasa tidak mendapatkan kejelasan, Viona akhirnya memutuskan membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan dugaan pelaku ke pihak Kepolisian.
Sebelum menempuh jalur hukum, Viona juga sempat menyampaikan laporan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah.
Peristiwa yang dilaporkan Viona disebut terjadi saat dirinya tengah menjalani masa latihan intensif. Dalam kondisi fokus mempersiapkan diri sebagai atlet, ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari pihak yang diduga sebagai pelaku.
Viona menuturkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkap kejadian tersebut secara terbuka. Oleh karena itu, ia memilih melapor melalui mekanisme internal federasi terlebih dahulu.
“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal (federasi) saja secara prosedur,” katanya.
Saat melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian, Viona juga mengaku menjalani proses tersebut seorang diri tanpa didampingi kuasa hukum.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk perjuangan untuk menjaga harga diri sekaligus mencari keadilan.
Lebih jauh, Viona berharap pengalaman yang dialaminya bisa menjadi pelajaran bagi para atlet perempuan lainnya agar tidak ragu melapor jika mengalami kejadian serupa.
Load more