Duel “Formalitas” Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Electric PLN yang Berubah Jadi Ajang Pembuktian
- instagram Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN
tvOnenews.com - Laga antara Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN di seri terakhir putaran kedua Final Four kerap disebut hanya formalitas.
Namun, label itu runtuh begitu peluit pertama dibunyikan di GOR Jatidiri, Semarang. Alih-alih berjalan santai, pertandingan justru berubah menjadi duel panas penuh tensi tinggi yang memperlihatkan kualitas sesungguhnya jelang grand final Proliga 2026.
Pertanyaan pun muncul: benarkah laga ini tak berarti? Faktanya, kedua tim tampil ngotot seolah mempertaruhkan segalanya.
Intensitas tinggi, reli panjang, hingga comeback dramatis menjadi bukti bahwa pertandingan ini lebih dari sekadar penutup jadwal, ini adalah ajang pembuktian mental dan kesiapan menuju fase krusial kompetisi.
Mengutip unggahan instagram Volinewsid, duel klasik ini tetap menyuguhkan voli kelas atas meski tidak menentukan tiket langsung ke grand final Proliga 2026.
Tim asuhan Darko Dobriskov menunjukkan karakter kuat dengan membalikkan keadaan dan menang 3-1.
Jakarta Electric PLN sebenarnya membuka laga dengan agresif. Mengandalkan duet Neriman Ozsoy dan Kara Bajema, mereka mampu menekan sejak awal.
Dukungan Agustin Wulandari dan Afra Hasna membuat Electric unggul hingga akhirnya mengamankan set pertama dengan skor 25-21.
Namun, di sinilah perbedaan mulai terlihat. Popsivo tak panik. Mereka justru bangkit dengan pendekatan lebih tenang dan terstruktur, membuktikan bahwa pengalaman dan mental bertanding menjadi faktor pembeda di laga krusial seperti ini.
Momentum Berbalik: Kunci Comeback Popsivo
Memasuki set kedua, pertandingan berubah drastis. Duo legiun asing Popsivo, Yonkaira Pena dan Malwina Smarzek, mulai menemukan ritme permainan.
Reli panjang dan kejar-kejaran poin terjadi hingga dua kali deuce, menunjukkan betapa ketatnya duel ini.
Peran setter Naysilla menjadi krusial. Distribusi bola yang cerdas membuat serangan Popsivo lebih variatif.
Hasilnya, mereka merebut set kedua dengan skor 27-25 dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Kepercayaan diri Popsivo meningkat signifikan setelah itu. Mereka tampil lebih disiplin dan minim kesalahan, sementara Jakarta Electric PLN justru mulai kehilangan konsistensi.
- instagram Jakarta Electric PLN Mobile
Load more