Ribuan Pelari Ramaikan Suroboyo 10K 2026, Surabaya Kian Siap Jadi Destinasi Sport Tourism
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Ribuan pelari memadati halaman Balai Kota Surabaya, Jalan Wali Kota Mustajab, pada Minggu pagi (7/6/2026). Mereka turut serta dalam ajang lari jalan raya perdana Suroboyo 10K yang menjadi seri kedua dari rangkaian acara bergengsi The Ultimate 10K Series. Semangat warga Surabaya untuk berolahraga tampak luar biasa meskipun harus berjuang di bawah terik matahari khas Kota Pahlawan.
Dari total 3.000 peserta yang mengikuti perlombaan, tercatat sebanyak 97 persen berhasil menuntaskan lintasan hingga garis finis. Angka ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme dan ketahanan para pelari yang tak gentar menghadapi tantangan cuaca panas demi menuntaskan misi lari mereka.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, Suroboyo 10K 2026 diklaim memiliki dampak positif yang luas. Event ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga berperan mengangkat potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta berpeluang besar berkembang menjadi daya tarik utama sport tourism atau pariwisata olahraga di Surabaya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menilai ajang ini memiliki masa depan yang cerah. Kehadiran peserta yang datang dari berbagai kota juga menjadi simbol kolaborasi antardaerah yang indah melalui olahraga.
“Tentu kami melihat Suroboyo 10K ini memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang ke depannya. Sebagai event perdana, antusiasme masyarakat hari ini luar biasa dan ini menunjukkan bahwa Surabaya punya semangat yang kuat terhadap gaya hidup sehat dan kegiatan positif seperti olahraga,” ujar Syamsul saat konferensi pers di lantai 2 Balai Kota Surabaya.
Penyelenggara ajang menyoroti karakter unik yang ditampilkan dalam ajang kali ini. Menurutnya, Suroboyo 10K memiliki ciri khas berbeda dibandingkan kota-kota lain yang menjadi tuan rumah The Ultimate 10K Series. Kata kuncinya ada pada semangat khas warga Surabaya, yakni “Wani”.
“Di Surabaya ini atmosfer kompetitifnya terasa lebih kuat, lebih Wani. Karakter pelarinya terasa lebih berani untuk push pace atau mengatur kecepatan, serta saling memacu satu sama lain,” tegasnya.
Ia pun menambahkan, tantangan cuaca panas yang kerap menjadi ciri kota ini justru berubah menjadi sumber energi tambahan bagi para pelari.
Load more